Jumat, 17 September 2021

Puisi-Puisi Ardhi Ridwansyah | Romansa Sepasang Mata | Pusara Penuh Lara | Menenggak Kesedihan


Puisi Ardhi Ridwansyah

Romansa Sepasang Mata

Untuk Nur Kholifah


Jemarimu mengetuk meja, 

Tempat kita bertukar cerita dan mengeja, 

Kata cinta menguar dari sepasang mata, 

Yang mendekap janji, 

Hati saling menyatu. 


Buku-buku membisu, terkapar, 

Kau buka dengan lekuk senyuman, 

Yang menghantam duka, 


Seirama bunga mekar dalam jiwa, 

Menebar teror aroma mawar menguap, 

Dari raganya melepas kebencian,

Yang mengendap. 


Jakarta, 2021 




Puisi Ardhi Ridwansyah

Pusara Penuh Lara 

Untuk Yeni Wahyu Agustin


Kita adalah sebuah tanda tanya, 

Yang menyisakan tulang belulang, 

Dari makam yang telah usang. 


Di matamu termaktub kembang kemboja, 

Jatuh di atas pusara dengan penuh lara, 

Dan kesedihan yang rekat di badan nisan, 

Adalah kejujuran nyata dari seorang pecinta, 


Mengungkap rasa dengan aksara, 

Merangkainya di secarik kertas lusuh kita, 

Geram dan dendam yang mengendap di jemala.


Mengukir resah dengan desah, 

Kala waktu lelah berputar dari area jam dinding, 

Muntah kala dusta melonjak hasrat untuk bercinta, 

Di kamar gelap, kita tewas menggenggam puisi, 

Bertema rindu tanpa nista. 


Jakarta, 2021




Puisi Ardhi Ridwansyah

Menenggak Kesedihan


Kepadamu rumput yang bergoyang, 

Matilah cintaku, 

Dalam bayang-bayang, 


Kemalangan yang kutenggak, 

Dalam segelas air mata, 

Begitu pedih dirasa menerkam jantung.


Jakarta, 2021




___

Biodata Penulis

Ardhi Ridwansyah kelahiran Jakarta, 4 Juli 1998. Tulisan esainya dimuat di islami.co. terminalmojok.co, tatkala.co, nyimpang.com, nusantaranews.co, pucukmera.id, ibtimes.id., dan cerano.id. Puisinya “Memoar dari Takisung” dimuat di buku antologi puisi Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival 2019. Puisinya juga dimuat di media seperti kawaca.com, catatanpringadi.com, apajake.id, mbludus.com, kamianakpantai.com, literasikalbar, ruangtelisik, sudutkantin.com, cakradunia.co, marewai, metafor.id, scientia.id, LPM Pendapa, metamorfosa.co, morfobiru.com, Majalah Kuntum, Majalah Elipsis, Radar Cirebon, Radar Malang, Minggu Pagi,  Bhirawa, Dinamika News, SIB, BMR FOX, Harian Fajar, Pos Bali, dan Riau Pos. Penulis buku antologi puisi tunggal Lelaki yang Bersetubuh dengan Malam. Salah satu penyair terpilih dalam “Sayembara Manuskrip Puisi: Siapakah Jakarta”.




Kirim naskahmu ke

redaksingewiyak@gmail.com