Friday, December 31, 2021

Puisi M.Z. Billal | Ceritakan Saja Lukamu KepadaNya | Perayaan Mengenang Ayah | Kebohongan Adalah Luka

 Puisi M.Z. Billal




Ceritakan Saja Lukamu KepadaNya


ceritakan saja.

Dia tak pernah seperti 

yang lain

menolehkan pandangan,

mendengar tapi tak mau tahu.


lukamu akan lekas

disembuhkan dalam satu kecupan.

Dia yang menciptakan nasib

dan mengembalikan

seluruh masa lalu ke dalam

ruang ingatan semua manusia.

Dia juga memberimu duka

untuk belajar keras

mencintai kehilangan

dan lekas berkemas menuju

masa-masa sesudah ini.


kau harus berhenti pura-pura.

kesendirian paling menyiksa

ialah saat Dia berani kautinggalkan.

tapi Dia tak marah.

senantiasa menjaga

bahkan di antara maut

yang siap menerkam jiwamu.


jadi, ceritakan saja lukamu kepadaNya.

luka itu. terperih ketika

kau tega hapus satu-satunya jalan pulang.


Kamar Alegori, 2021




Perayaan Mengenang Ayah


di ruang tengah

seluruh kami duduk

                di sisi ibu.

menatap bersama

      foto terakhir ayah

             yang tersenyum di dinding.

kami mulai berbicara

tentang apa saja;

             tentang ayah.


di luar hujan januari

masih turun

          bersama seluruh

kenangan

yang dimiliki

                    semua orang.

termasuk kami.


ayah pernah bilang

        “jangan terlalu lama

bersedih,

 untuk hal-hal

 yang membuatmu

 menunda pekerjaan

 lebih lama.

 bakarlah

 setiap bagian tubuhmu

 bersama seluruh

 kenangan baik

 yang amat mencintaimu

 sebab kelak,

 hanya itu yang kau punya.”


lalu ibu meneteskan air mata.

tidak pernah mengatakan

sedalam apa cintanya kepada ayah.


     Kamar Alegori, 2021




Kebohongan Adalah Luka


kutanya padamu kenapa kau harus

berbohong. menipu diri sendiri

dan menikam dadamu habis-habisan

dengan senyum atau tawa yang tidak

pernah memberimu apa-apa kecuali luka

yang makin menganga.

namun kau hanya diam. seolah kau

kini adalah patung peringatan di tengah

kota kita yang mulai berantakan

oleh berita-berita yang tidak pernah jelas

kebenarannya. kau lantas memudar

di bawah rintik hujan, deru angin

dan terik matahari yang membakarmu

jadi abu yang tidak pernah bisa disentuh.


kau, bukankah sudah pernah kubilang

aku siap menjadi papan catur

dan kau adalah bidak-bidak liar

yang gesit berburu kemenangan.

susunlah rencana-rencana hebat

dan aku akan membantumu mendaki

bukit-bukit terjal lalu menyeberangi

perbatasan hingga mencapai

lembah-lembah jauh yang belum

memiliki nama-nama bagus

untuk diingat. akan kulakukan

segala hal baik untukmu. sebab aku

tidak ingin melepasmu sendirian

sebagai tokoh yang terjebak

dalam labirin pintu kebohongan

yang kauciptakan sendiri.


jadi kenapa kau masih harus berbohong.

kau terluka dan berusaha tetap bertahan

tapi memarnya sampai kepada tubuhku.

tanpa berkata, aku tahu kau makin tiada.

dan kota kita tidak akan pernah mengingat

siapa yang terbaik di antara kita.

segalanya hanya tersisa sebagai cerita

yang ditinggal jauh di belakang.


   Kamar Alegori, 2021




____

Penulis

M.Z. Billal, lahir di Lirik, Indragiri Hulu, Riau. Menulis cerpen, cerita anak, dan puisi. Karyanya termaktub dalam beberapa kumpulan puisi Bandara dan Laba-laba (2019, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali), antologi Rantau Komunitas Negeri Poci (2020), antologi Sebuah Usaha Memeluk Kedamaian (2021). Tulisannya tersebar di berbagai media, seperti Pikiran Rakyat, Haluan Padang, Riau Pos, Fajar Makassar, Kedaulatan Rakyat, Radar Malang, Bangka Pos, ide.ide.id, biem.co, magrib.id, bacapetra.co, dll. Buku Fiasko (2018, AT Press) adalah novel pertamanya. Bergabung dengan Community Pena Terbang (COMPETER) dan Kelas Puisi Alit.

Surel: billalzain90@gmail.com





Kirim naskah ke

redaksingewiyak@gmail.com



1 comments