Jumat, 25 Februari 2022

Puisi-Puisi Ahmad Soleh

 Puisi-Puisi Ahmad Soleh




Tawa di Bibirmu yang Ranum


Malam turun 

rembulan menepi

dalam pejam itu

rindu begitu penuh

mengisi kepala

yang kosong


dan tawa lepas 

di bibirmu yang ranum

mengisi subuhku

yang hening

menarik tubuhku

yang geming

dipeluk dingin


aku berharap 

tak pernah ada pagi

yang menamatkan

kisah kita itu.


November 2021



Pemalu Pemula


/1/

Mula-mula malu-malu

sama-sama diam-diam


/2/
kita memang pemalu
yang masih pemula

/3/
aku memang peragu
dan kau terlalu terburu.

November 2021



Bekas Hujan

Jejak kakiku dihapus hujan. Kau tak tahu
 aku pernah mengendap-endap ke situ. Menyiram kembang-kembang yang kuncup. Yang kelak harumnya menyeruak menghiburmu kala pagi hari. Saat kau menikmati secangkir kopi di pelataran rumah setelah gerimis tiba.

2021



_____

Penulis


Ahmad Soleh, lahir di Cirebon, 24 Februari 1991. Ia mulai keranjingan menulis puisi sejak SMA, dimulai dari buku harian dan mading sekolah. Kini, menjadi pengrajin puisi merupakan aktivitas hariannya. Puisi-puisinya pernah terbit di berbagai media massa, seperti Harian Republika, MadrasahDigital.co, Gagas.ID, Rahma.ID, GhirahBelajar.com, Omong-Omong.com, Mbludus.com, Pucukmera.ID, Adaharapan.ID, Majalah Manifesto Ikatan, dan media sosial pribadinya. Beberapa puisinya telah terbit menjadi buku. Di antaranya Untuk Mak Eha (2015), Hujan Ibu Kota (2017, ditulis bersama Salma dan Ayumusa), dan buku puisi terbarunya Memutus Wabah Pilu Menyemai Benih Rindu (Diva Press, 2020). Selain itu, ia juga menulis puisi dalam buku antologi Rindu Rendra Megatruh bersama Taufiq Ismail dkk.









Kirim naskah ke
redaksingewiyak@gmail.com