Jumat, 01 Juli 2022

Puisi-Puisi Nur Indah Sutriyah

Puisi Nur Indah Sutriyah




Aku, Engkau, dan Karang


Anak ombak menghantam karang kala gerimis malam. Mata enggan terpejam menatap urat-urat nadi yang kian hari kian telanjang menantang.


Pada malam bersama penat, kutumpahkan segala hasrat. Bersama rinai yang sengaja singgah di geladeri netra. 


Masih terbungkus dalam kotak kenangan. Kala kau tawarkan semburat kilau pelangi untuk warnai sejuta mimpi. 


Aku mengiyakan. Kemudian menikmati kecupan demi kecupan manis yang mendarat di ruang waktu. Kau isi kehampaan itu dengan mazmur cinta yang biru.


Di tengah ruang waktu, ketika aku berlabuh di bawah rentangnya deru angin laut. Aku menghidu udara yang tak lagi sama. Semesta berpendar, melayang tak tentu arah. Lenyap dalam lautan dusta, terurai bersama aksara yang mengudara.


Dengan ganasnya, ombak memecah batu karang. Kau terjang lalu rentangkan senyuman dengan sejuta nyinyiran. Kau berdiri setegak tiang tanpa sedih dan bermuram.


Sedang aku, tenggelam dalam karam

Tak berdetak dengan nyawa setengah jalan.


Pasuruan, 4 Mei 2022



Ruang Meditasi


Masih ingatkah engkau saat aku memintamu berhenti sejenak di ruang meditasi?


Memintal peluh, resah yang membalut tempurung otak kita

Agar tidak selalu kusut semrawut


Masih ingatkah engkau dengan muara kardia yang hendak kita capai?

Meski jarak antara kita terlalu suntuk


Apa engkau sudah lupa?

Jika ya, akan kuingatkan kembali

Melalui jejak digital yang sempat terekam pada diary si Reno


Tentang kita; satu asa, satu takdir penuh keyakinan "Di kapal mana kita akan berlayar, di daratan mana kita akan terdampar, dan di pelabuhan mana kita akan berlabuh, kita ikuti saja kompas takdir yang sudah mampir, hingga bertemu detak jarum yang bermakna aku dan kamu".


Pasuruan, 20 Mei 2022



_____


Penulis


Nur Indah Sutriyah adalah perempuan yang lahir di Pasuruan, Jawa Timur. Saat ini dia bergiat di KEPUL (Kelas Puisi Alit) dan Competer (Komunitas Pena Terbang) Indonesia. Karya-karyanya pernah dimuat di media online seperti Dermaga Sastra, Suarakrajan, Riau Sastra, dan Negeri Kertas.



Kirim naskah ke

redaksingewiyak@gmail.com