Saturday, July 29, 2023

Puisi-Puisi Hendri

Puisi Hendri 




Ciuman


Aku pernah minum anggur

Di bibirmu. Manis dan memabukkan

Tapi candu


Kota Serang, 13 Juni 2023



Puisi dalam Gerimis


Gerimis membasahi puisiku

yang manis. Kata-kata kokoh

berdiri di setiap baris

Basah memang menghanyutkan

setiap diksi. Tenggelam dan kelam


Seorang penyair bersangkur pena

berpeluru tinta. Mengungsikan

imajinasinya ke tempat yang teduh

khawatir kehujanan apalagi sampai

kebasahan


Untungnya rombongan gaya bahasa

seperti asosiasi, metafora, dan majas lainnya

tidak lari ke mana-mana

mereka tetap asyik menyusun bahasa

di pojok kertas yang memelas


Gerimis membasahi puisiku

yang manis. Kata-kata kokoh

berdiri setiap baris

namun penyair malah kedinginan

di balik puisi yang ditulisnya


Kota Serang, 11 Juni 2023



Di Taman Pertemuan


Sudah sekian waktu

Aku menunggumu di bawah pohon kamboja

Daun-daunnya sudah berguguran

Luruh ke hamparan kursi taman

Mengepung tubuh. Menjaga ruh

Bukankah pertemuan itu

Adalah janji diksi kepada kalimat

Kesetiaan api kepada bara

Dan kepekaan embun kepada pagi


Berjam-jam tubuh yang ringkih ini

Menantimu. Berharap kau datang dengan

Segala kesempurnaan

Juga hadir menjadi kenyataan

Hanya angin sakal dan dingin

Binal duduk bersamaku. Berbincang lama

Dari senja sampai magrib tiba


Hingga malam mulai menampakan

Wajahnya. Kau tak kunjung tiba di taman

Sunyi ini. Selain pohon kamboja yang sudah

Lelah memayungi. Dan lampu taman perlahan

Meredupkan diri


"Aku pulang sajalah. Mungkin dia hanya anak

Kecil yang sedang bermain kata."


Sedangkan di kejauhan, di balik gelapnya malam

Wanita muda nan cantik mengintip sinis

Tawanya jawat. Kebahagiaan terlihat nampak

Di bawah bulan yang mulai retak


Kota Serang, 10 Juni 2023


________


Penulis 


Hendri, alumnus FKIP Diksatrasia Untirta, Serang. Kini mengajar sebagai Guru Bahasa Indonesia di SMPN 6 Kota Serang.



Kirim naskah ke

redaksingewiyak@gmail.com