Tuesday, December 26, 2023

Proses Kreatif | Menyikapi Buku Bacaan, Perbedaan, dan Keimanan

Oleh Encep Abdullah



Jangan menyalahkan perbedaan. Yang harus kau teguhkan adalah keimanan dan ketakwaanmu. Sebanyak apa pun perbedaan bahkan apa pun yang berkeliaran di sekitarmu, bila kau kuat dan teguh, segala macam bentuk yang datang kepadamu, itu hanyalah angin lalu, hanyalah ujian. Tentu kau harus menyikapinya dengan tabayyun, cerdas, dan bijak.

Inimah, saya baca buku anu "awas sesat", berteman dengan para sastrawan "awas sesat", baca sastra "awas sesat". Loh, piye! 

"Anda sudah baca bukunya?"

"Belum," jawabmu. 

Saya mau berbagi saja, saya doyan baca buku bukan semata untuk menceramahi orang. Bukan untuk dibilang saya paling pintar lalu menyesatkan dan membodohi orang. Membaca buku bagi saya adalah kebutuhan dan kewajiban. Membaca sebagai pengingat bahwa sejatinya hidup di dunia ini begitu beragam. Membaca satu buku dengan buku yang lainnya adalah membaca kehidupan bahwa hidup adalah membaca pikiran banyak orang. 

Dari pikiran-pikiran itu pun perlu disaring, mana yang sesuai dengan kebutuhan saya. Lalu saya aplikasikan dalam kehidupan nyata. Atau mana yang cuma sekadar hiburan saja. Mana yang hanya ingin saya tahu saja bahwa buku anu berisi anu. Ketika kau tersesat, jangan salahkan bukunya. Salahkan pikiran Anda. Anda yang membaca. Anda yang mencerna. Anda yang punya iman. Nggak kuat? Berarti yang salah iman Anda. Bukan salah bukunya. 

Pliss, pliss, pliss, kepada Anda yang suka melarang anak didik Anda, atau anak Anda, atau saudara-saudara Anda, jangan selalu menyalahkan buku bacaannya. Bila tidak cocok, arahkan ke mana harusnya anak atau saudara Anda itu berlabuh. Jangan bilang "Jangan baca buku ini Dek, sesat!"

Kau sudah membatasi ruang berpikir. Kau sudah mengambil hak anak atau saudara Anda untuk belajar. Bila keliru, coba tuntun mereka. Ajak berdiskusi yang bijak dengan mereka. Bukan mengutuk mereka. Apalagi mengutuk bacaan yang mereka baca. Pikiran saya dan Anda berbeda. Selera saya dan Anda juga berbeda. Yang harus kau cari dari hasil bacaan itu adalah bertambahnya keimananmu kepada Tuhan. Membuat dirimu semakin bijak menyikapi kehidupan. Dan, sebagai amal untuk keluarga Anda dan orang lain, serta sebagai benteng pertahanan dari hidup yang penuh liku ini. 

Anda tak harus percaya dengan tulisan ini. Anda punya otak. Anda bisa berpikir sendiri sesuai pengalaman dan tingkat bacaan Anda. 

Intinya adalah, jangan lupa salat. Mengaji. Banyak baca buku. Banyak bergaul dengan para manusia, hewan, dan alam. Jangan cuma bisa melarang tapi kurang gaul. 

Semoga tulisan ini tidak menyesatkan Anda!
Salam.


26 Desember 2018


_______

Penulis


Encep Abdullah, penulis yang memaksa bikin kolom ini khusus untuknya ngecaprak. Sebagai Dewan Redaksi, ia butuh tempat curhat yang layak, tak cukup hanya bercerita kepada rumput yang bergoyang atau kepada jaring laba-laba di kamar mandinya. Buku proses kreatif terbarunya berjudul Diet Membaca, Ketiban Inspirasi (Maret 2023).