Puisi Ela Fatihah
Saat Cuan Menjadi Kuasa
Konon dalam satu negeri seberang sana
Cuan pernah mejadi kuasa
Dari anak kecil tua renta
Mengundang semua investor untuk berpesta
Lihatlah Tuan, cuan tertawa untuk tangis anak bangsa
Tawa rakyat palsu belaka
Lihatlah Tuan, makanan bergizi itu meraja
Seorang guru berdiskusi hari
Untuk apa diantar tiap hari?
Padahal anak negeri sedang libur Idulfitri
Ada keuntungan ketika membuka kulkas
Penuh dengan makanan satu keranjang
Ada kerugian, ternyata masakan Ibu jauh tahan lama
Dan penuh kasih sayang
Cilegon,15 Maret 2026
Penuh Basa-basi Busuk
Karena tidak semua orang dikasih akses
Fokus ke growth bukan noise
Aku pilih memaafkan bukan karena perlakuan mereka pantas untuk dimaafkan
Sewajarnya menjadi manusia
Diam bukan berarti berisik
Bicara bukan berarti terusik
Biarlah Nona asyik dengan isi kepala sendiri
Biarlah Nona berdiri dengan atensi sendiri
Mode hemat energi
Ogah basa-basi
Sepertinya happy
Cilegon, 13 Maret 2026
Prasahur
Menjelang tengah malam, kami bergegas
Kendaraan yang ditumpangi sangat cepat
Beberapa paket hemat fried chicken kami pesan dan siap dihidangkan
Tapi kronologi itu membuat panik tak karuan
Pramusaji hilang arah, konon waktu yang dijanjikan tidak sesuai
Seketika muka pucat pasi tanpa tendensi
Siapa yang salah?
Waktu yang salah?
Ah, sudahlah!
Cilegon, 11 Maret 2026
______
Penulis
Ela Fatihah, dilahirkan dan besar bersama kedua orang tua di Serang. Lahir 11 Januari 1990, kemudian berhijrah tempat setelah menikah dan berkembang biak bersama anak- anak lucu dan kriwil di Cilegon. Tidak pernah mendapat penghargaan apa pun dalam bidang sastra, lebih fokus sebagai penikmat sastra, penikmat senyum anak, dan penikmat uang suami. Cukup sekian dan terima gaji.
Kirim naskah ke
redaksingewiyak@gmail.com

Terimakasih telah berkomentar!