Selasa, 01 Maret 2022

Sosok Inspiratif | Pemuda Indonesia Menyapa | Muhammad Alvin Jauhari



Muhammad Alvin Jauhari, S.Sos lahir di Kudus, 25 September 1999. Ia merupakan alumnus UIN Sunan Ampel Surabaya Jurusan Hubungan Internasional. Sementara saat ini, Mas Alvin, panggilan akrabnya, sedang menempuh program Magister Manajemen dan Bisnis di Institut Pertanian Bogor.


Pria yang pernah menjadi santri Ponpes Tebuireng, Jombang ini pun terbilang cukup aktif berorganisasi seperti pernah menjadi Pendiri dan Ketua Komunitas Mahasiswa Jawa Tengah Surabaya (KOMAJAYA), Ketua MATAN Komisariat UIN Sunan Ampel Surabaya, Ketua Ikatan Mahasiswa Kudus Surabaya (IMAKUSA) UINSA, Kepala Divisi Informasi dan Komunikasi BMT FORDISAF Tebuireng Indonesia, Founder dan Executive Director Pemuda Indonesia Menyapa (PENA), Direktur Umum Duta Aswaja Islamic Boarding School Kudus, Pendiri dan Ketua Yayasan Inisiatif Pemuda Pena, Redaktur santrimenara.com & matan.or.id serta menjadi Kontributor santrimilenial.net, dan sejumlah media online lokal maupun nasional lainnya.


Selain itu, Mas Alvin juga menulis buku Kebangkitan Anak Korban Bencana Alam serta pernah mencatat beberapa prestasi yang lain, di antaranya Juara 3 Lomba Menulis Kisah Santri Tingkat Nasional, menjadi Wisudawan Terbaik Non-Akademik UIN Sunan Ampel Surabaya dan terbaik Prodi Hubungan Internasional dan beberapa tulisannya telah ditersebar di sejumlah media lokal dan nasional.


Oke langsung saja yuk kita kepoin Komunitas Pemuda Indonesia Menyapa yang digagas oleh Mas Alvin. Siapa tahu teman-teman berniat belajar disana. Cekidot!


_____


1. Pemuda Indonesia Menyapa (PENA) itu sebetulnya komunitas apa dan kapan Mas Alvin mendirikannya?


Pemuda Indonesia Menyapa awalnya merupakan sebuah komunitas yang kami dirikan pada pertengahan 2019 yang bergerak di bidang pengabdian masyarakat, pendidikan, dan pertukaran budaya. Motto kami adalah "Bringing the Goodness, Bridging our Dreams" yang artinya membawa kebaikan, menjembatani mimpi-mimpi kita. Adapun Visi PENA adalah meningkatkan kepedulian sosial pemuda Indonesia sebagai bekal pengembangan sumber daya manusia di masa depan. Dan alhamdulillah pada awal 2022 kemarin Pemuda Pena. 



2. Hal apa yang melatarbelakangi Mas Alvin menggagas komunitas tersebut dan siapa saja pihak yang ikut men-support?


Awalnya saya bersama enam orang teman dan satu orang senior di kampus dulu, UIN Sunan Ampel Surabaya, kemudian kami memiliki mimpi-mimpi baik supaya hidup kita lebih bermanfaat lagi, terutama dengan menggerakkan para pemuda dari berbagai daerah untuk melakukan kegiatan yang bisa menginspirasi dan bermanfaat bagi masyarakat luas, utamanya bagi generasi muda. Karena dengan inilah, kami yakin bahwa ini adalah salah satu bentuk pengabdian kami kepada bangsa dan negara tercinta. 



3. Oh iya, Mas. Boleh coba dijelaskan tentang 2 program unggulan dari komunitas ini, yaitu Program Menyapa Dunia dan Program Menyapa Nusantara?


Kami memiliki dua program unggulan yakni, Program Menyapa Dunia dan Menyapa Nusantara.


Pertama, Program Menyapa Dunia adalah program yang kami selenggarakan di luar negeri, dalam hal ini kami sudah menyelenggarakan Program Menyapa Dunia di Malaysia dan Singapura. Waktu itu kami fokus di sebuah sekolah Indonesia di Malaysia yakni Pusat Pendidikan Warga Negara Indonesia (PPWNI) Insan Malindo Klang, Selangor, Malaysia dan Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB), Malaysia. Tujuan kami adalah menjembati mimpi para pemuda yang ikut program ini untuk bisa melakukan pengabdian di luar negeri. Tentunya, selain itu juga belajar dan menggali budaya dari tempat yang kita datangi. Karena setiap tempat menyimpan sejuta pengalaman dan pelajaran yang patut kita gali dan teladani. 


Kedua, Program Menyapa Nusantara itu program yang kami selenggarakan di Indonesia sendiri. Kami memilih tempat-tempat yang layak kami jadikan tujuan kami mengabdi, utamanya di daerah 3T. Karena kami ingin sekali memberikan inspirasi dan motivasi kepada adik-adik di daerah-daerah pelosok. Kami yakin masih banyak tempat-tempat di Indonesia ini yang perlu adanya sentuhan dari kami untuk mengembangkan SDM maupun sumber daya lain yang ada di daerah sana. Alhamdulillah kami pernah menyelenggarakan program ini di sebuah desa di pelosok Kabupaten Dompu, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Selain itu kami juga memiliki niat untuk menggali budaya dari mereka, karena banyak budaya, pelajaran, pengalaman, adat istiadat setempat yang perlu kita gali untuk memantapkan ke-bhinneka-an kita dan tentunya memperkenalkan dan tunjukkan budaya asal kami. Kami kenalkan dan kuatkan inilah "KITA INDONESIA". 



4. Sebagai founder, bagaimana Mas Alvin mencukupi anggaran dana komunitas sejauh ini? Kan belum lama ini komunitas berhasil menyelenggarakan Program Menyapa Nusantara untuk pertama kalinya di Bima dan Dompu, Nusa Tenggara Barat pada Maret 2021. Pastinya mengeluarkan biaya yang tidak sedikit dong.


Alhamdulillah selama kami menyelenggarakan program, kami dapat donatur dari orang-orang baik yang men-support niat dan perjuangan baik kami. Selain itu ada beberapa peserta yang memang menggunakan biaya sendiri (partial funded). 



5. Terus bagaimana cara ikut serta dalam program-program yang diselenggarakan komunitas ini, Mas? Siapa tahu teman-teman pembaca juga mau ikut belajar dan bergabung dengan komunitas ini. Hehe.


Untuk ikut serta dalam program kami, biasanya nanti kami akan berikan informasi pendaftaran di media sosial resmi kami, di mana nanti setiap pemuda-pemudi dari berbagai daerah yang memenuhi persyaratan bisa mendaftarkan diri di waktu pendaftaran. Kemudian nanti ada seleksi administratif dan wawancara. Nanti yang terpilih akan berhak mengikuti program tersebut jika lolos program Fully Funded. Seperti program pengabdian pada umumnya, hampir sama. 



6. Lanjut ya, Mas. Sebagaimana tertera di salah satu infografik instagram @akusahabatpena, sekarang Pemuda Indonesia Menyapa sudah bertransformasi menjadi sebuah yayasan. Ceritain dong Mas kesan-kesannya dalam membesarkan komunitas ini hingga sekarang?


Lika-liku sebuah organisasi pasti ada tantangannya. Tantangan kami adalah pada saat kami baru satu program yang kami jalankan, kita semua mendapatkan sebuah musibah pandemi. Pasti kita semua merasakan dampaknya. Awal kami membuat program, pandemi langsung datang. Sewaktu penyelenggaran Program Menyapa Dunia #1 awal Maret 2020, kami memiliki tantangan pas virus baru masuk di Indonesia dan tentunya negara tujuan kami sudah banyak positif. Tetapi alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar. Walaupun pandemi, kami berusaha aktif dan terus maju. Dan hingga akhirnya pada Maret 2021 juga kami berhasil menyelenggarakan Program Menyapa Nusantara #1 di Pulau Sumbawa, NTB. Setelah itu kami fokus untuk menjadikan PENA sebuah komunitas resmi, hingga akhirnya PENA bertransformasi menjadi sebuah Yayasan Inisiatif Pemuda Pena. Mohon doa dan dukungannya selalu, ya. 



7. Terkahir ya, Mas. Pesan apa yang hendak Mas Alvin sampaikan kepada teman-teman di luar sana?


Hidup cuma sekali, mari manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Karena manusia terbaik adalah manusia yang paling bermanfaat bagi yang lainnya. Salah satu agar bermanfaat adalah dengan melakukan sebuah pengabdian.


Banyak dari saudara-saudara kita di ujung pelosok sana, yang membutuhkan sentuhan dan motivasi dari kita generasi muda penerus bangsa. Tebarkanlah kebaikan dan inspirasi-inspirasi positif kepada generasi muda di manapun berada dan kapan pun. 


Jangan diam di tempat, bergeraklah, pergilah ke tempat-tempat baru, niscaya kalian akan menemukan keluarga, pelajaran, ilmu dan inspirasi baru yang sangat berarti bagi kehidupan kalian di masa sekarang dan mendatang. Salam pengabdian!



(Penyaji Pertanyaan, Ray Ammanda)