Selasa, 14 Juni 2022

Proses Kreatif | Sesibuk-Sibuknya Penulis

 Oleh Encep Abdullah



Di tengah gempuran hiruk-pikuk "kesibukan dunia", saya selalu berdoa kepada Tuhan agar tetap menyempatkan diri menulis. Kesibukan dunia yang saya maksud ini adalah hal di luar kepuasan diri saya sebagai penulis.


Saya meyakini kepada Anda yang menekuni di bidang kepenulisan, pasti juga akan merasa aneh melakukan sesuatu yang bukan "gue" banget meskipun menghasilkan sesuatu, materi yang banyak, dsb. Namun, sejatinya "kesibukan yang lain" itu adalah sebuah tantangan dan warna tersendiri. 


Saya pernah membandingkan diri saya yang luang dengan diri saya yang superpadat. Malah di saat luang itu saya lebih bingung dan sering berleha-leha. Kadang bolak-balik depan-belakang rumah, entah mau apa. Tiadanya keterdesakan pekerjaan membuat saya tidak bisa mengatur waktu dengan baik. 


Dua-tiga hari belakang ini, aktivitas saya sesak sekali. Bahkan, untuk meluruskan badan saja susah. Tapi, sesuatu yang dikerjakan dengan hati, selelah apa pun itu, sebanyak apa pun uang yang dikeluarkan, selalu menyenangkan. 


Begitu juga dengan menulis. Selelah apa pun, selalu menyenangkan. Mungkin Anda merasa mumet dan sumpek. Namun, ujung-ujungnya nikmat dan puas. Menulis adalah pekerjaan berpikir. Setiap penulis akan menghargai hasil pikirannya sendiri. Terutama dia yang memang benar-benar "bekerja" untuk keabadian.


Sejak pagi hingga tengah malam, saya baru ada waktu bercengkrama dengan "kata-kata" pada pukul 23.20 selepas Bayhaki dan Sul Ikhsan cabut dari rumah saya-- membahas sebuah agenda kebudayaan. Saya cuma punya waktu sedikit untuk menulis kolom hari ini. Saya tahu, pasti tidak akan banyak kata-kata, pikiran, dan kegelisahan yang saya tuangkan. Bagi saya sedikit atau banyak itu tidak penting. Sudah menulis segepok kata di waktu yang sangat berjubel ini saja saya sangat bersyukur.


Sebenernya saya masih ada kerjaan yang belum selesai, mengoreksi LJK anak-anak sekolah. Masih banyak. Namun, saya paksa pegang HP dulu. Tidak lama, cuma 30 menit.


Nah, catatan ini langsung dipublis setelah saya selesai menulis 30 menit itu. Tentu saja hasil awalnya masih bahan mentah dan acak-acakan (dan tentu saja sajian yang sedang Anda baca ini sudah tahap edit beberapa kali). 


Mungkin Anda merasa bahwa tulisan ini kok tidak berisi apa-apa. Ya, tidak apa-apa. Malah saya ucapkan terima kasih kepada Anda karena sudah membaca.


Salam literasu!


Kiara, 14 Juni 2022 (Pkl. 23.51)



_______

Penulis


Encep Abdullah, penulis yang maksa bikin kolom ini khusus untuknya ngecaprak. Sebagai Dewan Redaksi NGEWIYAK, ia butuh tempat curhat yang layak, tak cukup hanya bercerita kepada rumput yang bergoyang atau kepada jaring laba-laba di kamar mandinya. Buku kolom proses kreatifnya yang sudah terbit Buku Tanpa Endors dan Kata Pengantar (#Komentar, April 2022).