Saturday, November 11, 2023

Puisi-Puisi Yuris Julian

Puisi Yuris Julian


Kaana Wa Akhwatuha


Setelah i'rab nashab

memasukan raja yang udzur

seketika aktivitas kalimat

mengubah susunan republik

dengan tangan-tangan 

yang mencekik kerah bajumu.


Bagaimana jadinya

jika fi'il dimaknai tugas? 

toh kita selalu

menemui dengus berat

dan hidup hanya untuk bertaruh

kepada apa yang sebentar.


Orang-orang akan kembali

keluar masuk pintu

membuat segalanya tak tertib

saling mengekalkan diri di udara.


Dalam kitab sucinya 

orang-orang serakah

tak dapat sebatang pohon,

udara bersih, lapangan kerja,

cuma lubang cahaya, 

yang setengah padam.


Termasuk amil nawasikh

nama lain dari penjahat itu

adalah penghancur mimpi

dan penyebar sampah-sampah

yang membangkai

dalam ilmu pengetahuan

"Di mana tempat duduk atau berdiri?" 

Katamu, sambil memasuki ruang 

tak bernama itu. 


Indonesia bukan subur firdaus lagi

satu-satunya pertahanan

mungkin tumbuh, menjadi jembatan

yang tak menjangkau apa pun.


2023



Sepanjang Jalur Orang Lalu


Di abad ke-12 

kota berkubu dari peluhmu

seperti konsensus kekuasaan 

dapat dipecah-pecah 

menjadi argumen 

yang membosankan.


Tanpa menguras tenaga

serta mengusut pertanyaan

yang tak ada kaitannya

dengan sepasang badut Batavia.


Maka untuk memperagakan 

suatu konfrontasi yang dramatik

perlu berdoa dengan irama ganjil

agar warna dan jumlah kejahatan 

dapat ditekan populasinya.


Lewat transportasi trem

jejak 1869 yang terus menjauh

pulang satu demi satu

menulis sejarahnya

dengan bahasa Indonesia yang lelah.


Sebuah kemerdekaan

dibangun agak lebih kelit

dari sebab apa yang bermula

sebagai masa lalu, 

di tangan keriputmu.


2023



Para Kafilah dalam Serial Animasi


Berhentilah 

menjadi seorang Valkyrie

ketika kursi kerajaan 

yang berlumpur itu

membuat umat manusia

tenggelam dan masuk 

ke dimensi lain.


Bermula dari buzzer

mengadaptasi sebuah dongeng 

yang dilampirkan 

di kolom-kolom komentar:

Facebook, Instagram, Twitter,

Tiktok dan YouTube.


Demi menegakkan nilai-nilai luhur

sesekali berceritalah 

tentang seorang bocah lapar

agar dunia bisa bertindak adil 

di masa depan.


Mengingat perampok rempah-rempah 

telah disumpahi nenek moyang 

dan dikutuk menjadi semangkuk cemas

di altar kayu.


Kembali ke era ini

hal yang paling mustahil dilakukan 

adalah menghapus percintaan 

dari romantisme sejarah

yang menolak jadi hantu.


2023



Sebuah Nisan untuk Slavoj Zizek


Ketika matinya subyek

nampak lebih telanjang

akan ada teks-teks lain

barangkali 

seperti itulah puisi

di bawah sihir eksistensi

yang selalu lahir kembali.


Lihatlah, sepenggal siang

masih sangat bergetah.


Sementara itu,

bayang-bayang 1945

menemui kembali poster

dan tetek-bengek 

instalasi dalam bentuk

parodi di masa depan.


Sekali datang

seorang tua yang letih

menancapkan beribu-ribu bendera

tapi niscaya 

misalnya keadilan,

menenggelamkan antusiasme

yang tak lazim.


Dari sulur ingatan

setiap letupan bahkan desis

dan pekik burung-burung

belum juga diberi nama

tapi seolah memahami 

garis cuaca.


Setidaknya, jalan zig-zag 

yang menciptakan firdaus

akan bilang "tidak"

saat langit masih berdarah!


2023


_______

Penulis 


Yuris Julian, lahir di Sukabumi, Jawa Barat. Ia menulis puisi yang disiarkan di beberapa media cetak dan elektronik serta termaktub dalam sejumlah buku antologi bersama. Kini, bekerja dan menetap di Jakarta.


Kirim naskah ke

redaksingewiyak@gmail.com