Friday, December 22, 2023

Puisi Asqo L. Fatir

Puisi Asqo L. Fatir



Berkunjung


berapa kali kita memotong 

jarak yang ditinggalkan waktu,

angin berkesiur menggulingkan 

debudebu berserakan


dan kita menghirup udara segar

dari dedaunan 

yang digusur peradaban

menuju bercak darah


masih terkenang tulangtulang

yang kau jadikan seruling,

nadanada minor 

dan kalbu yang pecah

di benteng surosowan


kini, aku mengunjungimu

melalui celah perbukitan 

dan lembahlembah terjal


merunut jiwa dalam kebekuan



Sampan Perjalanan


kusadari engkau adalah sampan perjalananku


pelabuhan kecil sendiri di tepi pulau, menantikanmu dalam setiap tarikan napasku


dan benihbenih pasir yang terbakar, mengusungku kembali padamu


kulihat sorot matamu, yang melemparkan kata lebih banyak dari berudu di musim hujan. ruh dan keajaiban bagiku yang memburu kata-kata


engkau mengeram tawa anakanak, dan bernyanyi pada ombak


kurebahkan diriku bersama reruntuhan doa yang tertuju padamu


mengertilah, berkawan dengan penyair adalah ide gila, mereka lebih banyak meregas kata dan direndam air mata tanpamu


maka izinkanlah aku menggaris matamu dengan beribu cahaya. sebab kutahu, arus pantai ‘kan menabur garam di hatimu


________


Penulis


Asqo L. Fatir yang bernama asli Ahmad Asqolani, lahir di Serang 28 Maret 1996. Alumnus FKIP Universitas Banten Jaya. Mengikuti kelas menulis Rumah Dunia angkatan 28 bersama Gol A Gong dan Majelis Puisi Rumah Dunia asuhan Toto St Radik, pun Kelas Menulis Benny Arnas. Karyanya tersebar di koran lokal dan nasional. Pernah menjadi peserta terpilih dalam Pertemuan Penyair Nusantara X, Pertemuan Penyair ASEAN, Temu Penyair Asia Tenggara I dan II, Bengkulu Writers Festival, dan lain-lain.


Kirim naskah ke

redaksingewiyak@gmail.com