Sunday, February 15, 2026

Berita | Tarhib Ramadan 1447 H, Muhammadiyah Pontang Siap Berbenah


NGEWIYAK.com, KAB. SERANG -- Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Pontang menggelar Pengajian Umum Tarhib Ramadan 1447 H/2026 M pada Sabtu, 15 Februari 2026, di Lapangan Masjid Darul Arqam, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pontang. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Gema Syiar Ramadan 1447 H bertema “Bersama Ramadan Mengukir Kebaikan, Menggapai Keberkahan.”


Sejak pagi, lapangan masjid dipadati warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar. Spanduk besar bertuliskan tema kegiatan terpasang di sisi panggung, menguatkan pesan bahwa Ramadan bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum pembaruan diri.


Ketua PCM Pontang, Amrullah Aftah, S.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan harapan agar tema yang diusung benar-benar terwujud dalam gerakan nyata. Ia menegaskan bahwa ikhtiar yang dilakukan AMM merupakan upaya kolektif untuk membangkitkan kesadaran spiritual menjelang datangnya bulan suci.


“Ini yang bisa kami ikhtiarkan. Semoga semua yang kita lakukan di sini bernilai pahala. Gema syiar ini untuk menggugah spiritualitas kita, karena sebentar lagi kita memasuki bulan penuh keberkahan,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Serang, Mabrur Ams, S.Ag., menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Ia mengingatkan pentingnya kesiapan mental, spiritual, dan keilmuan dalam menyambut Ramadan. Ia juga mengajak seluruh warga persyarikatan untuk mengikuti keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait awal Ramadan yang telah ditetapkan, yakni pada 18 Februari 2026.


Puncak acara diisi tausiyah oleh dr. K.H. Agus Taufiqurrahman, Sp.S., M.Kes., Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam ceramahnya, mengangkat tema dari panitia kegiatan: “Ramadan: Momentum Perubahan Diri Menuju Pribadi Bertakwa.”



dr. K.H. Agus menegaskan bahwa dalam Muhammadiyah, niat berjuang harus dilandasi keikhlasan karena Allah, bukan kepentingan duniawi. Ia juga mendorong PCM Pontang untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas gerakan agar mampu menjadi cabang unggulan di tingkat nasional.


Menurutnya, Ramadan adalah ruang latihan total selama 24 jam. Seluruh aktivitas bernilai ibadah ketika diniatkan dengan benar. Ia mengingatkan bahwa semangat beribadah di bulan suci seharusnya menjadi standar moral di bulan-bulan berikutnya.


Mengutip pandangan Quraish Shihab, ia menjelaskan bahwa kata Ramadan mengandung makna “mengasah” dan “membakar.” Ketakwaan diasah melalui disiplin ibadah, sementara dosa-dosa dibakar melalui taubat dan pengendalian diri.


Selain perspektif keagamaan, ia juga memaparkan manfaat puasa dari sisi medis. Dengan gaya komunikatif dan sesekali humor yang mengundang senyum jamaah, ia menjelaskan bagaimana puasa berkontribusi pada detoksifikasi tubuh, pengaturan metabolisme, serta penguatan kesehatan mental.


Kegiatan ini turut dihadiri oleh para tokoh dari unsur PCM dan PCA Pontang-Tirtayasa, PDM Serang, AMM Pontang, PWM Banten, serta Lurah Desa Singarajan Hj. Ulfah. Kehadiran para tokoh tersebut memperlihatkan sinergi antara unsur persyarikatan dan pemerintahan setempat dalam membangun kehidupan religius masyarakat.


Pengajian Tarhib Ramadan ini menjadi penanda bahwa Ramadan tidak disambut dengan euforia semata, tetapi dengan kesadaran dan persiapan matang. Di Pontang, gema syiar itu bukan hanya terdengar dari pengeras suara, melainkan dari tekad bersama untuk menjadikan Ramadan sebagai titik tolak perubahan menuju pribadi yang lebih bertakwa.


(Red/Encep)


Terimakasih telah berkomentar!