Puisi Budiawan D. Santoso
Surga
sepotong cinta
bertemu denganmu
dedaunan
air
rumah
keluarga
datanglah surga
ke aku
Penulis Buku Tua yang Baik Hati
aku mendengar dan membaca
segala kidung dari-Mu
Lalu, aku jalani
dengan sepenuh hati-hati
Februari, 2026
Berenang dalam Bahasa Ikan
aku baca mata para ikan.
air, tanah, rumput, kerikil
dalam akuarium.
menggenang di kepala.
aku baca bahasanya
menggeliat-geliat, juga menyelam.
mataku hampir terbenam,
bapak ibuku tak cuma diam.
aku seolah berenang
dalam bahasa ikan.
Amor Fati
Selembar uang 'tunai', berwujud: PUISI.
Kata, (tak) slalu mudah
meski itu indah
"beautiful"
"good"
"better"
"sweet"
Huruf huruf dari hembusan bernyawa itu, aku pelajari sejak nenek moyang---lahir & batin.
senyoem beraroma embun, garam, gula, merica, pala, cengkeh, hingga: beras.
aku
merdeka
mati
bebas
oo
xxx
jangan lupai kami
/pilih lupakan saja
cinta, melulu. Itu perlu.
"I love you"
______
Penulis
Budiawan D. Santoso, penyair tinggal di pinggir Kota Solo, Jateng, IDN.
Kirim naskah ke
redaksingewiyak@gmail.com

Terimakasih telah berkomentar!