Friday, May 22, 2026

Berita | Pelatihan Menulis Cerpen SRMA 34 Lebak Bangun Semangat Literasi Siswa


NGEWIYAK.com, LEBAK -- Sekolah Rakyat Menengah Atas 34 Lebak menggelar kegiatan pelatihan menulis cerpen pada Jumat, 22 Mei 2026 pukul 13.30 WIB di Auditorium BPMP Banten. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta didik kelas X serta dihadiri oleh 9 guru pendamping.


Pelatihan tersebut menghadirkan Encep Abdullah (pegiat literasi Banten) sebagai narasumber. Ketua pelaksana kegiatan, Ahmad Falih, menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi peserta didik di Sekolah Rakyat.


“Dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi peserta didik di Sekolah Rakyat, kami menyelenggarakan kegiatan pelatihan menulis cerpen sebagai wadah pengembangan kreativitas, imajinasi, dan kemampuan menulis cerpen,” ujarnya.


Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat memberikan motivasi, wawasan, serta pengalaman berharga bagi para siswa melalui karya-karya narasumber yang telah dimuat di berbagai media nasional. Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah positif dalam membangun semangat literasi sekaligus melahirkan karya-karya tulis inspiratif dari siswa-siswi SRMA 34 Lebak.


Dalam penyampaian materinya, Encep Abdullah mengawali kegiatan dengan membacakan dua cerpen sebagai contoh. Satu cerpen dibacakan oleh seorang siswa, sedangkan satu cerpen lainnya dibacakan langsung oleh narasumber. Peserta tampak antusias menyimak cerita yang disajikan.


Salah satu cerpen yang dibahas adalah Dia Bertanya tentang Tuhan karya Febi Indirani. Menurut Encep, cerpen tersebut memiliki penyajian yang unik dan menarik karena disampaikan sepenuhnya dalam bentuk dialog antara seorang ibu dan anak. Keluguan cerita yang disampaikan membuat peserta beberapa kali tertawa saat menyimaknya.


Selain itu, Encep juga menekankan pentingnya keunikan dalam menulis cerpen. Ia menjelaskan bahwa cerpen harus berbeda dengan jurnal harian. Salah satu caranya ialah menghadirkan pembuka cerita yang menarik serta menggunakan sudut pandang yang tepat agar cerita terasa lebih hidup.


Pada sesi diskusi, beberapa peserta aktif mengajukan pertanyaan. Nur Aulia Putri bertanya tentang cara membuat kalimat yang tepat dan menarik, Kayla Herbiyani menanyakan mengenai pengembangan tokoh dalam cerita, sedangkan Wahyu bertanya tentang penggunaan bahasa dalam penulisan cerpen.


Panitia berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai pelatihan saja. Sebagai tindak lanjut, pihak penyelenggara akan menyeleksi siswa-siswi yang memiliki minat dan bakat dalam menulis untuk kemudian mengikuti pertemuan rutin setiap minggu guna mengasah kemampuan serta mengembangkan potensi mereka lebih dalam lagi.


Sementara itu, Bu Novi, selaku guru Bahasa Indonesia sekaligus moderator acara memberikan kesan positif terhadap pelaksanaan kegiatan yang berlangsung dengan tertib, interaktif, dan mampu membangkitkan semangat siswa dalam dunia literasi dan kepenulisan.


(Redaksi)


Terimakasih telah berkomentar!