Puisi Ahmad Supena
Pasar Lama Serang
Lentera kota mulai dinyalakan di simpang jalan
Namun di pasar lama,waktu seolah enggan berjalan
Bau arang membumbung, beradu dengan aroma malam
Para pedagang setia melarung harapan yang dalam
Dulu makodim berdiri kokoh di utara alun-alun, menjadi saksi
Kini berganti megah dinding mal yang menjanjikan ilusi
Serang bergerak maju, atau mungkin tergesa-gesa?
Meninggalkan jejak lama dalam ingatan yang mulai paksa
Anak-anak urban berkumpul di kafe-kafe bercahaya
Sementara di sudut lain angkot timur-barat masih mengejar biaya
Kota ini bertumbuh dalam dua wajah yang berbeda
Antara merawat warisan atau hanyut digilas roda dunia
Banten 2024-2025
Kasemen
Di bawah langit kasemen yang perlahan berawan
Aliran drainase tersumbat, membawa cemas bagi sang Kawan
Beton-beton jalan mulai dituang membelah desa
Berlomba dengan genangan yang kerap menyisakan siksa
Petani di pelamunan menatap sawah yang kian menjauh
Terhimpit bayang pabrik dan truk-truk yang menderu riuh
Bahasa Jawa Banten sayup-sayup terdengar di pos ronda
Menjadi benteng terakhir identitas yang mulai menua
“Aja klalen batur,” bisik angin di reruntuhan Banten Lama
Mengingatkan tanah ini pernah memimpin dunia utama
Kini, kasemen berjuang di antara debu dan Pembangunan
Mencari keseimbangan di tengah arus modernisasi zaman
Banten 2024-2025
Stasiun Serang
Jalur rel itu membenteng sejak tahun seribu Sembilan ratus
Membelah jantung kota, membawa cerita yang tak pernah putus
Stasiun serang berdiri kokoh dengan dinding tuanya
Menyaksikan ribuan pasang kaki datang dan pergi dari sisinya
Peluit lokomotif melengking memecah keheningan pagi
Membawa kaum komuter yang mengadu Nasib ke ibu kota lagi
Di dalam gerbong, wajah-wajah Lelah saling berhadapan
Memendam mimpi tentang hidup yang lebih berkecukupan
Kereta ini Adalah urat nadi yang menghubungkan masa lalu
Dari zaman colonial hingga serang menjadi provinsi yang baru
Ia melaju konstan, melintasi perlintasan sebidang yang riuh
Mengingatkan kita bahwa perubahan takkan bisa diteduh
Banten 2024-2025
_________
Penulis
Ahmad Supena, dosen di Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) FKIP Untirta.
Kirim naskah ke
redaksingewiyak@gmail.com

Terimakasih telah berkomentar!