Puisi Ahad Sore
Mesin Tik Pemberian Ayah
Dengan mesin tik
pemberian ayah
aku menuangkan segala
gundah
dari A sampai Z
dari Z kembali ke A
berkat mesin tik
pemberian ayah
aku punya buku warnanya
merah
yang kutik susah payah
menjelma rangkaian kisah
dari A sampai aduh
Dari aduh sampai aduhai
mesin tik itu kini teman
terbaikku
yang menemaniku menghirup
aroma sabtu
ia mendengarkan
cerita-ceritaku
menuliskan keluh-keluhku
aku pun mendengarkan
selalu
kata-katanya yang syahdu
tik-tik-tik-ting!
tik-tik-tik-ting!
2025
Tik Tanpa Tok
Jariku menari-nari
di atas kibor
dan cangkir kopi
lahirlah puisi-puisi
Jarimu menggulir-gulir
di layar pintar
dan gelas matcha
lahirlah kicau mania.
2026
Rumah Singgah
Kubuatkan sebuah rumah
yang bisa
menjadi tempatmu rebahkan
lelah
atau bersantai dari
segala marah
rumah ini dindingnya
begitu hangat
tapi saat cuaca panas ia
akan berubah
menjadi dingin, kau akan
merasa
nyaman beristirahat dan
pulang
di pekarangan yang
sedikit luas
aku menanam bunga-bunga
yang
harumnya akan sampai ke
depan
pintu kamarmu; yang sejuk
dan dilengkapi
seperangkat
alat tidur nyenyak
kita memang singgah di
sini
sekarang, besok, lusa,
bahkan
selama yang kamu mau.
2026
Kalibrasi, Kalibrasi!
Kurentangkan kembali isi
kepalaku
di hadapanmu, berharap
kau mengerti
segala yang ada di
kepalaku
ternyata isi kepalamu
jauh lebih
banyak dan rumit dan
menyebalkan
kita bertemu di satu
titik
kita berhadapan di titik
lain
aku menghitungnya kembali
hingga kau dan aku
benar-benar
berada dalam satu
frekuensi.
2026
Tik Tuk Tik Tuk
Mengetik
mengetuk
mengetik
memeluk
mengetik
merasuk.
Ting!
2026
Penulis
Ahad Sore adalah penulis puisi
yang bermukim di Kota Depok. Ia merupakan dosen creative writing di sebuah kampus swasta di Jakarta. Ia juga mendirikan
penerbitan buku di Kota Depok dan menerbitkan sejumlah buku puisi. Ia aktif di
Instagram, TikTok, dan Thread dengan akun @ahadsore.
Kirim naskah ke
redaksingewiyak@gmail.com

Terimakasih telah berkomentar!