Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Sunday, July 19, 2026

Berita | Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Jakarta Sukses Tingkatkan Kapasitas Pemasaran UMKM melalui Pelatihan Copywriting Berbasis Media Digital



NGEWIYAK.com, KAB. SERANG --  Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) telah sukses menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pelatihan Copywriting Bahasa Indonesia Berbasis Media Digital untuk Meningkatkan Kapasitas Pemasaran Pelaku UMKM di Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang” pada Minggu (19/7) di teras PAUD Al-Ibtisam, Kp. Pamong Udik, Ds. Kubang Puji, Kec. Pontang, Kab. Serang.


Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menyusun konten promosi yang menarik, komunikatif, dan persuasif dengan memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran. Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai teknik dasar copywriting, pemilihan diksi yang tepat, penyusunan kalimat promosi yang efektif, hingga praktik pembuatan konten untuk berbagai platform media sosial dan pemasaran digital.


Pelatihan berlangsung secara interaktif bersama narasumber berpengalaman, pegiat literasi Banten, Encep Abdullah, dengan mengombinasikan penyampaian materi, diskusi, studi kasus, dan praktik langsung. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan, diskusi yang aktif, serta semangat peserta dalam menyusun naskah promosi untuk produk masing-masing.


Ketua Panitia, Asep Yana Yusyama, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.


“Kami berharap pelatihan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal bagi para pelaku UMKM untuk semakin percaya diri memanfaatkan media digital sebagai sarana pemasaran. Kemampuan menulis promosi yang baik bukan hanya soal merangkai kata, melainkan membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan daya saing produk lokal. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat langsung diterapkan sehingga memberikan manfaat nyata bagi perkembangan usaha para peserta.”


Lebih lanjut, beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, pemerintah Kecamatan Pontang, serta semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini sehingga dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.



Salah seorang peserta pelatihan, Sukri, mengungkapkan kesan positif setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.


“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai pelaku UMKM. Selama ini kami memasarkan produk secara sederhana, tetapi setelah mengikuti pelatihan ini kami memahami bagaimana membuat kalimat promosi yang menarik dan mampu meyakinkan calon pembeli. Materinya mudah dipahami, banyak praktik, dan langsung dapat diterapkan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena memberikan manfaat yang nyata bagi pengembangan usaha kami. Menurut kami, pelatihan ini berjalan dengan sangat sukses dan memberikan pengalaman yang berharga.”


Begitu juga menurut Nasuha, Pengelola PAUD Al-Ibtisam, menyampaikan keseruannya mendengarkan pemaparan materi dari narasumber.


"Masyaallah Pak Encep ngasih materinya asyik banget, top keren," ujarnya.


Keberhasilan kegiatan ini tercermin dari tingginya partisipasi peserta, interaksi yang aktif selama sesi pelatihan, serta meningkatnya pemahaman peserta mengenai strategi penyusunan konten promosi berbasis bahasa Indonesia yang efektif di media digital.


Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Jakarta berharap terjalin sinergi yang berkelanjutan dengan masyarakat, khususnya para pelaku UMKM di Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang. Diharapkan keterampilan yang telah diperoleh dapat mendukung peningkatan kualitas pemasaran produk, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan daya saing UMKM di era digital



(Redaksi)


Sunday, June 28, 2026

Berita | Bedah Novel "Yuki" Jadi Ajang Silaturahmi dan Diskusi Sastra di Markas #Komentar


NGEWIYAK.com, KAB. SERANG – Komunitas Menulis Pontang-Tirtayasa (#Komentar) kembali menghidupkan tradisi diskusi sastra melalui kegiatan bedah novel Yuki (Bebaskan Diri, Naik Kelas) karya Sukron yang diterbitkan Penerbit #Komentar (Juni 2026). Kegiatan yang berlangsung pada Minggu (28/6/2026) di Markas #Komentar, Kampung Pasar Sore, RT/RW 004/001, Desa Singarajan, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, dipandu oleh moderator Mela Sri Ayuni.

Selain membedah karya sastra, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi dan temu kangen para pengurus serta anggota Komunitas Menulis Pontang-Tirtayasa yang telah lama tidak berkumpul dan berdiskusi bersama.


Ketua #Komentar, Sul Ikhsan, mengaku bersyukur karena kegiatan diskusi akhirnya dapat kembali digelar setelah cukup lama vakum.


"Saya sangat senang, setelah sekian lama rumah yang bernama #Komentar ini hidup kembali dan mengadakan kegiatan diskusi. Namun yang paling penting, kita masih terus membaca dan menulis meskipun lama tidak berkumpul," ujarnya.


Sementara itu, pendiri sekaligus pengasuh #Komentar, Encep Abdullah, menyambut baik terbitnya novel Yuki. Menurutnya, Sukron menjadi salah satu penulis baru asal Pontang-Tirtayasa yang patut diapresiasi karyanya oleh kawan-kawan komunitas. 


"Budaya diskusi sastra di Pontang-Tirtayasa harus kembali digalakkan, harus tetap ada, meskipun untuk saat ini agak susah dilakukan rutin tiap pekan. Namun, kehadiran Sukron dengan novel Yuki-nya, menjadi satu jembatan ruang diskusi ini hadir kembali. Semoga kegiatan ini bisa mengecas kembali motivasi kawan-kawan komunitas yang barangkali sudah lama tidak menulis," ujar Encep.



Novel Yuki mengisahkan perjalanan seorang perempuan muda yang berjuang melepaskan diri dari tekanan hidup, rasa takut, dan belenggu rutinitas. Di tengah tuntutan dunia kerja, pendidikan, dan lingkungan sosial, Yuki berusaha berdamai dengan masa lalunya serta menemukan keberanian menentukan arah hidupnya.


Pemantik diskusi, Ma'rifat Bayhaki, menilai novel ini memiliki bahasa yang puitis dan emosional, namun konflik psikologis tokoh Yuki belum tergambar kuat karena lebih banyak diceritakan daripada dihadirkan melalui pengalaman tokohnya.

"Kendati demikian, novel Yuki tetap layak diapresiasi sebagai karya perdana yang berhasil diselesaikan. Bukankah, naskah yang baik adalah naskah yang selesai ditulis? Penyelesaian sebuah karya bukanlah akhir dari proses kreatif, melainkan awal bagi pengarang untuk mengasah kepengrajinan estetiknya," tegas Bayhaki.


Tidak hanya berdiskusi tentang isi buku, isu penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia kepenulisan pun tak luput dibahas. Narasumber dan peserta terlibat perdebatan hangat mengenai kebolehan, kemakruhan, hingga keharaman penggunaan AI dalam proses kreatif menulis.



Penulis novel, Sukron, sebenarnya dijadwalkan hadir dalam bedah buku tersebut. Namun, ia berhalangan datang karena agenda kampus yang mendadak. Ketidakhadirannya sempat menimbulkan kekecewaan di kalangan peserta, meski situasi tersebut berada di luar kendali penulis. Meski demikian, diskusi tetap berlangsung hangat, interaktif, dan berakhir dengan lancar hingga selesai.


Melalui kegiatan ini, Komunitas Menulis Pontang-Tirtayasa berharap tradisi membaca, menulis, dan berdiskusi sastra terus tumbuh sehingga mampu melahirkan semakin banyak penulis dan karya sastra dari wilayah Pontang-Tirtayasa.



(Redaksi)

Saturday, June 27, 2026

Berita | Wujudkan Kabupaten Gemilang, Diperpusip Gelar Pemilihan Duta Baca 2026


NGEWIYAK.com, KAB. TANGERANG  – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip sukses menyelenggarakan Grand Final Pemilihan Duta Baca Kabupaten Tangerang Tahun 2026. Acara puncak yang berlangsung meriah ini digelar pada Selasa (23/6) bertempat di Ruang Bioskop Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang, sebagai langkah strategis dalam menjaring figur inspiratif yang akan menjadi motor penggerak literasi di masyarakat.

Pemilihan Duta Baca tahun ini mengusung misi penting untuk meningkatkan minat baca dan indeks literasi masyarakat secara berkelanjutan. Melalui program ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip berupaya melahirkan role model positif dari putra-putri terbaik daerah yang mampu bertindak sebagai mitra strategis perpustakaan dalam mengampanyekan pentingnya membaca serta belajar sepanjang hayat (lifelong learning).

Rangkaian seleksi berjalan sangat ketat dan kompetitif. Dimulai sejak masa pendaftaran pada 22 Mei hingga 11 Juni 2026, ajang ini berhasil menarik minat 36 peserta dari berbagai latar belakang di wilayah Kabupaten Tangerang. Pada tahap awal, para peserta diwajibkan mengunggah berkas administrasi, portofolio kegiatan literasi, daftar koleksi bahan bacaan pribadi, hingga video profil yang memuat visi, misi, serta program kerja inovatif mereka.

Setelah melalui seleksi berkas dan tes tertulis yang komprehensif, jumlah peserta mengerucut menjadi 20 orang. Guna membekali para calon penggerak ini, Dinas Perpustakaan dan Arsip menyelenggarakan sesi pembekalan intensif pada 17 Juni 2026. Dalam sesi tersebut, hadir dua narasumber dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), yakni Endy Santoso, S.S., M.Hum. dan Alfa Husna. Keduanya memberikan wawasan mendalam mengenai dinamika pengembangan budaya literasi, optimalisasi fungsi perpustakaan sebagai pusat belajar masyarakat, serta taktik membangun gerakan literasi berbasis komunitas yang berkelanjutan.



Pasca-pembekalan, kompetisi berlanjut ke babak penyaringan berikutnya yang menyisakan 15 finalis terbaik untuk melaju ke panggung Grand Final. Di hadapan dewan juri, ke-15 finalis mempresentasikan visi, misi, dan program kerja unggulan mereka secara lugas. Penilaian komprehensif ini akhirnya menyaring 6 finalis teratas untuk masuk ke fase puncak, yaitu unjuk bakat literasi dan sesi wawancara mendalam.

Proses penilaian ketat dari awal hingga akhir dikawal langsung oleh dewan juri ahli, yakni Endy Santoso, S.S., M.Hum. dan Alfa Husna dari Perpusnas RI. Pada sesi wawancara final, komposisi juri diperkuat oleh kehadiran Kang Andri, perwakilan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpusnas RI yang ditugaskan khusus di lokus Kabupaten Tangerang, guna memastikan aspek sosiologis dan kesiapan aksi lapangan para finalis dinilai secara objektif.

"Dengan terpilihnya Duta Baca Kabupaten Tangerang Tahun 2026, kami menaruh harapan besar agar mereka dapat menjadi motor penggerak perubahan yang nyata di tengah masyarakat. Kehadiran para duta ini diharapkan mampu mengakselerasi minat baca, memajukan dunia literasi, serta mendorong kualitas pendidikan di Kabupaten Tangerang demi mewujudkan visi besar daerah menjadi Kabupaten yang Gemilang," ungkap Panitia Penyelenggara Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tangerang.

Berdasarkan keputusan final dewan juri, Mutiara Azroli resmi dinobatkan sebagai Juara 1 Duta Baca Kabupaten Tangerang 2026, disusul oleh Fitri Anisa Kusumastuti sebagai Juara 2, dan Abdul Muhi sebagai Juara 3.

Berikut adalah daftar lengkap pemenang Pemilihan Duta Baca Kabupaten Tangerang 2026:

Juara 1: Mutiara Azroli
Juara 2: Fitri Anisa Kusumastuti
Juara 3: Abdul Muhi
Harapan 1: Anisah Saputri
Harapan 2: Putri Ainun Nadilah
Harapan 3: Mas Agung Laksana Putra

Melalui penobatan ini, para pemenang secara resmi mengemban amanah untuk bersinergi bersama pemerintah daerah, komunitas, dan pegiat literasi dalam memperluas jangkauan akses bacaan serta menumbuhkan ekosistem masyarakat gemar membaca di seluruh penjuru Kabupaten Tangerang.


(Redaksi)


Friday, May 22, 2026

Berita | Pelatihan Menulis Cerpen SRMA 34 Lebak Bangun Semangat Literasi Siswa


NGEWIYAK.com, LEBAK -- Sekolah Rakyat Menengah Atas 34 Lebak menggelar kegiatan pelatihan menulis cerpen pada Jumat, 22 Mei 2026 pukul 13.30 WIB di Auditorium BPMP Banten. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta didik kelas X serta dihadiri oleh 9 guru pendamping.


Pelatihan tersebut menghadirkan Encep Abdullah (pegiat literasi Banten) sebagai narasumber. Ketua pelaksana kegiatan, Ahmad Falih, menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan literasi peserta didik di Sekolah Rakyat.


“Dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi peserta didik di Sekolah Rakyat, kami menyelenggarakan kegiatan pelatihan menulis cerpen sebagai wadah pengembangan kreativitas, imajinasi, dan kemampuan menulis cerpen,” ujarnya.


Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat memberikan motivasi, wawasan, serta pengalaman berharga bagi para siswa melalui karya-karya narasumber yang telah dimuat di berbagai media nasional. Menurutnya, pelatihan ini menjadi langkah positif dalam membangun semangat literasi sekaligus melahirkan karya-karya tulis inspiratif dari siswa-siswi SRMA 34 Lebak.


Dalam penyampaian materinya, Encep Abdullah mengawali kegiatan dengan membacakan dua cerpen sebagai contoh. Satu cerpen dibacakan oleh seorang siswa, sedangkan satu cerpen lainnya dibacakan langsung oleh narasumber. Peserta tampak antusias menyimak cerita yang disajikan.


Salah satu cerpen yang dibahas adalah Dia Bertanya tentang Tuhan karya Febi Indirani. Menurut Encep, cerpen tersebut memiliki penyajian yang unik dan menarik karena disampaikan sepenuhnya dalam bentuk dialog antara seorang ibu dan anak. Keluguan cerita yang disampaikan membuat peserta beberapa kali tertawa saat menyimaknya.



Selain itu, Encep juga menekankan pentingnya keunikan dalam menulis cerpen. Ia menjelaskan bahwa cerpen harus berbeda dengan jurnal harian. Salah satu caranya ialah menghadirkan pembuka cerita yang menarik serta menggunakan sudut pandang yang tepat agar cerita terasa lebih hidup.


Pada sesi diskusi, beberapa peserta aktif mengajukan pertanyaan. Nur Aulia Putri bertanya tentang cara membuat kalimat yang tepat dan menarik, Kayla Herbiyani menanyakan mengenai pengembangan tokoh dalam cerita, sedangkan Wahyu bertanya tentang penggunaan bahasa dalam penulisan cerpen.


Panitia berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai pelatihan saja. Sebagai tindak lanjut, pihak penyelenggara akan menyeleksi siswa-siswi yang memiliki minat dan bakat dalam menulis untuk kemudian mengikuti pertemuan rutin setiap minggu guna mengasah kemampuan serta mengembangkan potensi mereka lebih dalam lagi.


Sementara itu, Novita Sulistyorini selaku guru Bahasa Indonesia sekaligus moderator acara, memberikan kesan positif terhadap pelaksanaan kegiatan yang berlangsung dengan tertib, interaktif, dan mampu membangkitkan semangat siswa dalam dunia literasi dan kepenulisan.



(Redaksi)


Saturday, March 14, 2026

Berita | Peluncuran dan Diskusi Buku “Suara dari Alaska” Warnai Nyenyore dan Kado Lebaran 2026 Rumah Dunia


NGEWIYAK.com, KOTA SERANG -- Sabtu sore, 14 Maret 2026, suasana Teater Terbuka Rumah Dunia, Ciloang, Kota Serang, terasa hangat dan hidup. Sekitar lima puluh orang berkumpul dalam acara Nyenyore dan Kado Lebaran 2026 Rumah Dunia yang dirangkai dengan peluncuran serta diskusi buku Suara dari Alaska. Para peserta datang dari berbagai latar belakang: mahasiswa, pegiat literasi, atlet BMX freestyle, hingga masyarakat umum.


Buku Suara dari Alaska ditulis oleh Heru Anwari, seorang atlet BMX freestyle yang menapaki dunia literasi dari pengalaman hidupnya sendiri. Dalam diskusi yang dipandu Ade Ubaidil sebagai moderator, Heru menceritakan bagaimana tulisan-tulisannya lahir dari pengalaman tubuhnya berhadapan langsung dengan kehidupan.


Menurutnya, menulis adalah cara untuk membuka kesadaran baru. Ia sering memulai dari peristiwa-peristiwa sederhana: obrolan tentang buaya, pertemuan tak terduga dengan seseorang di pesawat, hingga pengalaman perjalanan yang memantik refleksi.


“Sebagai penulis, hidup seperti memiliki misi untuk mencari jalan suci, jalan literasi. Masih ada kebahagiaan di atas kebahagiaan, dan mungkin salah satunya melalui menulis,” ungkap Heru.


Dalam diskusi tersebut, Wahyu Arya, jurnalis Banten yang menjadi narasumber, menyoroti potensi Heru sebagai penulis yang lahir dari luar dunia akademik. Menurutnya, hal ini justru menjadi peluang besar.


“Ketika buku pertama muncul lalu dipuji, itu bisa menjadi bahaya bagi penulis. Tetapi karena Heru tidak lahir dari dunia akademik kampus, justru ini peluang. Mereka yang tidak dibentuk oleh tradisi akademik juga punya kesempatan melahirkan tulisan-tulisan segar,” kata Wahyu. Ia meyakini kisah-kisah Heru tidak berhenti pada satu buku, tetapi berpotensi berkembang menjadi cerpen maupun karya lain.


Sementara itu, moderator Ade Ubaidil menyoroti sisi religius dalam tulisan-tulisan Heru. Ia menduga hal tersebut berkaitan dengan latar belakang Heru sebagai anak pesantren yang mempengaruhi cara pandangnya terhadap kehidupan.


Pendiri Klinik Menulis, Encep, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kemunculan Heru menjadi angin segar bagi dunia literasi di Banten.


“Selama ini tantangan penulis di Banten adalah orangnya itu-itu saja. Dalam diskusi ini kita sudah membuktikan bahwa ada sosok baru yang hadir dalam dunia literasi Banten. Kita harus menyambutnya dengan baik,” ujarnya.


Encep juga menyinggung bahwa kegelisahan adalah fitrah manusia. Karena itu, seorang penulis membutuhkan mentor atau guru agar kegelisahan tersebut tidak berubah menjadi kegilaan dalam hidup.


“Saya melihat banyak kegelisahan dalam diri Heru. Ia sangat membutuhkan guru untuk membimbingnya menulis,” tambahnya.


Apresiasi juga datang dari Gol A Gong, Pendiri Rumah Dunia dan Duta Baca Indonesia periode 2021–2025. Ia menantang Heru untuk terus mengeksplorasi pengalaman hidupnya menjadi tulisan yang lebih luas.


“Pengalaman Heru bisa dikembangkan menjadi tulisan perjalanan atau travel writing. Buku ini adalah awal yang sangat bagus,” kata Gol A Gong. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Encep yang dianggap berhasil menemukan “mutiara baru” dalam dunia literasi Banten, sekaligus menantangnya untuk menemukan penulis perempuan edisi berikutnya.



Pandangan lain datang dari Arip Senjaya, dosen Filsafat Ilmu Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sekaligus penulis kata pengantar buku tersebut. Menurutnya, “Alaska” dalam buku ini bukanlah tempat geografis, melainkan metafora tentang kisah-kisah dari pinggiran.


“Esai-esai Heru sangat reflektif. Banyak pengalaman yang hanya tubuhnya sendiri yang mengalami. Itu membuat narasinya terasa personal dan autentik,” jelas Arip. Meski demikian, ia mengingatkan agar penulis tidak terjebak pada gaya esai yang terlalu menggurui.


Dukungan juga disampaikan Firman Venayaksa, penggerak Motor Literasi (Moli). Ia menilai buku ini menjadi bukti bahwa siapa pun, dari profesi apa pun, memiliki kesempatan untuk menulis.


“Ini bukan sekadar menulis, tetapi menulis secara reflektif. Selamat untuk Heru. Bahkan kalau memungkinkan, buku ini bisa dibedah di kampus sebagai bahan diskusi akademik,” ujarnya.


Menjelang senja, diskusi berakhir dengan suasana akrab. Para peserta kemudian melanjutkan kegiatan dengan sesi foto bersama dan diakhiri dengan buka puasa bersama. 



(Red/Encep)