Kamis, 23 September 2021

Puisi Zham Sastera | Diorama Kota Kesekian | Tak Ada di Kota-Kota





Puisi Zham Sastera

Diorama Kota Kesekian


Aku tak melihat ramalan sunyi di kota ini

ejaan nasib dari lipatan pertanyaan

bersamaan dengan satu dua kali embusan

napas yang mengadu harap di antara sapuan musim

membaca arah angin

pada nyala temaram lampu jalan

ada yang lebam tapi bukan luka

risalah pencarian


Bandung, 2020




Puisi Zham Sastera

Tak Ada di Kota-Kota


Apa yang telah tumbuh di kota ini

hanyalah ruang-ruang tandus gemerlap lampulampu

mengupas sepertiga rasa yang tersaji dalam bayangbayang

memikul beban rantai di pundak lelaki separuh purnama

samarsamar jejak yang terurai pada setiap langkahnya

matamu mata luka, lukamu luka mata

bisikbisik peralihan kabar nasib

bukan sesekali meronta namun kesekian

di daun telinga paling kanan

di mana akar yang menjadikan orangorang lalulalang

dalam pencarian

menemukan dirinya tak berbilang hari-hari

perhelatan bahasa waktu yang menjadikanmu untuk patuh

mengukur angka-angka dengan asal mula kekosongan


Tangerang Selatan, 2020




____

Biodata Penulis


Zham Sastera, lahir di Pandeglang-Banten, 8 Januari. Alumni Perbandingan Agama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang kini mengabadi di almamaternya sebagai staf pengajar. Menulis 6 buku puisi tunggal. Aktif bergelut kelas susastra di Forum Lingkar Pena (FLP) Ciputat dan Komunitas Sastra Gunung Karang (KSGK) Pandeglang. Zham merupakan peserta dalam Temu Penyair Tifa Nusantara 3 Marabahan Kalsel 2016, Temu Penyair Mitra Praja Utama (MPU) XI Bandung Jawa Barat 2017, Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) X Banten 2017, Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival I 2017 Kalsel, Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival II 2018 Kalsel, Hari Puisi Indonesia (HPI) Internasional Banjarmasin, Kalsel, 2018, Silaturahmi Penyair Negeri 2019 Semarang, Jawa Tengah, Banjarbaru’s Rainy Day Literary Festival III 2019 Kalsel.






___

Kirim naskahmu ke

redaksingewiyak@gmail.com