Jumat, 15 Oktober 2021

Puisi Suta Sartika | Berteduh di Matamu | Ce

Puisi-Puisi Suta Sartika



Berteduh di Matamu


Berteduh di matamu

Tak pernah kurasakan bayu yang merasuk ke tubuhku

Berteduh di matamu

Arunika berarak pelan meniti cakrawala

Berteduh di matamu

Sinar hangat, merasuk sukmaku

Berteduh di matamu

Merawat asa, bunga gulma,

Dan hal-hal yang tak terduga


Purwokerto Selatan, September 2021




Ce


Kala itu,

Kulihat teduh hutan-hutan bersembunyi pada rona ayumu,

Aliran segara bermuara pada kedua bola matamu yang selalu segar

Mereguk dahaga dunia,

Gemuruh badai tersimpan pada dalam hatimu,

Kebahagiaan manusia-manusia kecil

Bergerak selaras dengan lincahnya tubuhmu.


Aku menatapmu lagi, kala itu

Memandangi langit yang sebiru samudera,

Memahami cara untuk menyelamimu

Menantikan hening yang tak kunjung datang

Menghampiri untuk kita bersua

Demi untuk saling membisikkan secercah rasa


Akhirnya, kau menatapku

Memandang dengan kedua mata indah

Dan menyinarkan kerahasiaan

Di antara dua rimbun alismu

Aku kembali menatapmu,

Mematung.

Membiarkan udara mendekapku,

Yang tak tahu harus apa aku kepadamu

Hingga akhirnya kesunyian

Memisahkan kita,

Kala itu.


Kaligua, September 2021




__

Biodata Penulis

Suta Sartika, lahir di Tegal 18 Maret 1998. Berkegiatan sebagai pejalan serabutan, pekerja teks, dan pengecer kata-kata. Menjadi bagian kecil dari Rumah Kreatif Wadas Kelir Purwokerto. Karya-karyanya termuat di berbagai media baik cetak ataupun dalam jaringan. Untuk info lebih lanjut silakan berkunjung di instagram @suta_sartika.






Kirim karyamu ke

redaksingewiyak@gmail.com