Minggu, 05 Desember 2021

Berita | Penulis Eko Saputra Berbagi Proses Kreatif Menulis di #Komentar

 



NGEWIYAK.com, KAB. SERANG -- Komunitas Menulis Pontang-Tirtayasa (#Komentar) sukses undang penulis asal Palembang, Eko Saputra, di Markas Utama, Kp. Pasar Sore, Ds. Singarajan, RT 04, RW 02, Kec. Pontang (5/12).


Penulis novel Sialang dan Kubu terakhir ini datang ke Serang untuk berwisata dan berziarah Banten Lama. Encep Abdullah, selaku Pemajeg #Komentar mengetahui keberadaan Eko di Banten lewat status Facebooknya.


"Saya lihat statusnya di FB. Tanpa basa-basi langsung saya minta jadi pembicara di #Komentar," ujar Encep.


Eko sempat menolak karena justru ia ingin ikut menjadi peserta kegiatan, bukan jadi pembicara.


"Saya datang di tempat ini ditembak sama Kang Encep. Sebenarnya keinginan saya diajak dalam kegiatan literasi sebagai peserta, bukan pembicara. Tapi, akhirnya saya terima tawaran Kang Encep karena juga ingin silaturahmi," ujar Eko.


Acara bertema "Diskusi Santai Proses Kreatif Menulis" ini berjalan dengan lancar. Dihadiri oleh dewan guru dan siswa SMK Muhammadiyah Pontang, mahasiswa, serta anggota #Komentar. 


Diskusi yang dipandu oleh Anggun Tirta Rani, admin ngewiyak.com ini menghasilkan berjubel pertanyaan dari peserta. Hampir semua peserta berbicara untuk bertanya dan menanggapi pembicara.


Ifdah, siswa kelas XII bertanya bahwa dalam menulis itu lebih penting imajinasi atau riset. Ada juga Nurhadi, mahasiswa semester 5, bertanya tentang bagaimana cara menulis analogi yang benar dalam menulis.


Eko Saputra menjawab pertanyan-pertanyaan itu dengan penuh antusias.


"Dua-duanya penting. Imajinasi penting. Riset juga penting. Imajinasi yang dituangkan dalam novel saya misalnya tentang Suku Anak Dalam. Meskipun saya berimajinasi saat menuliskannya, tapi saya butuh riset. Kalau saya asal menulis tanpa riset nanti saya bisa diprotes," terangnya.


Diskusi semakin larut bahkan sampai melebihi batas waktu yang sudah ditentukan. Diskusi ini diakhiri sepatah-dua patah kata dari Encep, selaku tuan rumah. Encep mengucapkan banyak terima kasih kepada pembicara yang sudah berkenan hadir di Markas #Komentar meskipun penuh perjuangan agar bisa jadi pembicara.


"Kang Eko bukan orang sembarangan. Dia penulis hebat. Meskipun kami baru berjumpa, saya seperti sudah lama mengenalnya. Itu karena saya merasa satu frekuensi, yakni sebagai penulis. Jadi, tidak ada ruginya menjadi penulis. Bisa menyambung tali silaturahmi lewat pena. Semoga kawan-kawan dapat ilmu banyak dari Kang Eko hari ini," ujar Pemajeg #Komentar.


Diskusi yang dimulai pukul 13.00 ini pun berakhir pukul 16.00. Lewat satu jam dari waktu yang sudah ditentukan. 



Ekspresi peserta diskusi Proses Kreatif Eko Saputra 
di Markas #Komentar (5/12).


(Redaksi)