Senin, 06 Desember 2021

Karya Guru | Nyanyian Anggur | Mengenang Kelahiran Suci | Kembali | Cuan Tuan | Puisi-Puisi Ihya Dinul Alas

 Puisi-Puisi Ihya Dinul Alas




Nyanyian Anggur


Masih kupandangi langit

Dari cikesal hingga ke jauh matamu

Ada ricik hujan jatuh pada daun sukun 

Yang kian melengking dan lirih

Menjelma wirid dua kalimah suci

Mendendang di kedalaman jiwa


Di pojok rumah sekumpulan pemuda

Dan dua botol anggur menyetubuhi resahmu 

Pada tubuh yang masih gagap waktu


Sementara malam kian mengental

dingin bertukar kabar

Esok ke medan laga


Serang, 2021





Mengenang Kelahiran Suci


Di suatu sore langit bulan oktober 

Anakanak melantunkan solawat

Mengetuk pintu magrib 

Mengharap kasih menjadi sayang 

Rindu kembang yang dilahirkan

Dari cahaya semesta


Bulan membasuh langit

Angin mengajarkan tubuh 

Pada bulu dan pori hingga menjelma dingin


Rabiul awal menjadikannya tungku

Menyala-lah kerinduan 

Mematangkan namamu pada amsal penciptaan semesta.


Walantaka, 2021





Kembali


Rabu pagi langit yang permai

Kubuka jendela sejarah 

Namamu harum bunga kesturi 

Sebab selasa bumi disempurnakan untukmu


Duhai kekasih Allah

Bawalah rinduku dan pandanglah 

Nur yang kau sematkan ke dalam 

Jantung hati mekar sepenuh jiwa


Hari ini di bulan robiulawal

Namamu menjadi laskar 

Tubuh yang didera udara dan debu

Sepanjang jalan tapak melangkah

Bersujud mengingat amsal diciptakannya bumi


Walantaka, 2021





Cuan Tuan


Dari getar dan perih yang terlahir

Ingin kusudahi hari hari ngilu 

Tanpa rasa takut dan cemas

Disatroni orangorang berseragam

Atas nama pengamanan privasi


Perselingkuhan dalam jamuan ruang kantor

Telah menjadi kesepakatan 

Menjadi teh manis dalam hitungan kalender


Kami dilupakan dalam roda ekonomi

Setelah era digital menggamit malam

Menyelinap di perkampungan, di pojokpojok sunyi

Ditekan dan mencret dilindas cemburu

Dalam sebuah jamuan pasalpasal aktivasi


Serang, 2021






___

Penulis


Ihya Dinul Alas bernama asli Mamat Safrudin Lahir pada, 7 Agustus 1982. Mengajar di SMA Asy-Syarif Ciruas dan SMA Darrurohman Walantaka Kota Serang. Akhir-akhir sering absen di kegiatan Kubah Budaya meskipun sebagai awal berdirinya komunitas yang saya banggakan bersama kelima kawan tongkrongan di DPM ( depan pohon mangga) semasa kuliah.








Kirim naskah ke

redaksingewiyak@gmail.com