Senin, 20 Desember 2021

Karya Siswa | Puisi Fadhilah Darojat | Masa Lalu | Rindu | Bayangmu

 Puisi Fadhilah Darojat




Masa Lalu


Bolehkah kita bercerita sebentar saja

Tentang kenangan yang mulai terasa sesak

Tentang rasa sakit yang tumbuh dari masa lalu

Dan kau masa laluku yang belum usai.


Padamu yang pernah singgah di hatiku

Sejauh apa pun kakiku melangkah darimu

Sepanjang apa pun waktu untuk melupakanmu

Tetap namamu yang terkenang dalam ingatanku.


Mari kita bercerita sebentar saja

Tentang alasan-alasanmu menghilang

Tentang luka, sepi, dan air mata selama aku bertahan

Agar sakit ini perlahan hilang dan tenang.




Rindu


Aku mengkhidmati gerimis yang membasahi ingatanku

Kenangan-kenangan itu hadir seperti buih merayu angin

Angin-angin merebakkan wangimu, juga senyuman itu

Kini gerimis dan semua kenangan menjelma lagu-lagu.


Lagu-lagu paling merdu yang kita putar bersama

Begitu syahdu mengalun bersama bayanganmu

Terngiang canda, tawa, dan rayumu membuatku tersipu

Malu-malu aku mengkhatamkan senyumanmu.


Aku mengkhidmati gerimis yang menyamarkan tangisku

Waktu-waktu bersamamu tidak akan kembali seperti dulu

Seperti gerimis yang jauh, mengering bersama anganku

Siapa yang tahu rinduku? Diterbangkan angin berlalu.




Bayangmu


Aku memeluk bayanganmu

Sambil kumeniti jalan pada gelap malam

Mengeja gemintang yang sedia kala terang

Sebentar saja kau bertahan


Aku memeluk bayanganmu sambil meratapi sebuah kisah panjang

Menyimpan namamu dalam ingatan tenang

Selamanya kau akan kukenang


Bayangmu selalu menjelma dalam sepi

Aku pendam sendiri, rasakan sakit sendiri

Aku memeluk bayanganmu kekasih hati

Sejauh inikah kesabaran?


Aku memeluk bayanganmu

Bayanganmu diam-diam menghantui hidupku

Aku pendam sendiri, rasakan sakit sendiri

Pada akhirnya aku harus pulang

Meninggalkan bayangmu.




____

Penulis

Fadhilah Darojat, merupakan santriwati Ponpes Al Rahmah Walantaka. Ia bersekolah di MA Al Rahmah kelas 3 Ext (setara kelas X MIA khusus). Ia lahir di Tanggamus, 8 Juli 2005. Ia hobi menulis dan membacakan puisi, serta mengikuti kelas mentoring menulis puisi di pondok tersebut.








Kirim naskah ke

redaksingewiyak@gmail.com