Jumat, 07 Januari 2022

Dakwah | Allah Mencintai Orang yang Berbuat Kebaikan

 Oleh Izzatullah Abduh, M.Pd.



Menjadi pribadi yang baik amatlah sangat dituntut dalam kehidupan dunia ini, apalagi kita sebagai seorang Muslim. Tentu sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan. Sebab di sana Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda menginformasikan tentang kesejatian atau kesempurnaan Islam seseorang.


المُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ


"Seorang Muslim (yang sejati dan sempurna keislamannya) adalah ia yang mana Muslim lainnya itu selamat dari gangguan lisan dan tangannya." (Muttafaq 'Alaih)


Maka seyogianya setiap kita mau berusaha dan berupaya hidup dengan menebar nilai-nilai kebaikan terhadap sesama. Tidak menimbulkan gangguan-gangguan atau teror baik dengan lisan maupun tangan.


Dan di dalam Al-Qur'an, Allah subhanahu wata'ala memotivasi dengan firmanNya,


 لِّلَّذِينَ أَحۡسَنُوا۟ فِي هَـٰذِهِ ٱلدُّنۡیَا حَسَنَةٌۚ وَلَدَارُ ٱلآخِرَةِ خَيۡرٌۚ وَلَنِعۡمَ دَارُ ٱلۡمُتَّقِینَ


"Bagi orang yang berbuat baik di dunia ini, mendapat (balasan) yang baik. Dan sesungguhnya negeri akhirat pasti lebih baik. Dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa." (QS. An-Nahl : 30)


Syaikh As Sa'di rahimahullah menerangkan arti dari mendapat (balasan) yang baik. Bahwa orang yang berbuat kebaikan di dunia ini, maka ia akan mendapat balasan yang baik berupa rezeki yang luas, penghidupan yang bahagia, hati yang tenang, dan jiwa yang lapang.


Setiap kebaikan yang dilakukan oleh seorang hamba, maka pasti akan mendatangkan kebaikan pula, entah di dunia, terlebih lagi kelak di akhirat.


Dan hendaknya motivasi besar seorang hamba ketika berbuat kebaikan adalah karena berbuat kebaikan merupakan bagian dari ibadahnya kepada Allah subhanahu wata'ala. Tidak ada yang ia harapkan dari perbuatan baiknya tersebut selain karena mengharapkan pahala dan ridho dari Allah subhanahu wata'ala. Sebab, sebagaimana yang disebutkan di atas, bahwa balasan negeri akhirat itu jauh dan pasti lebih baik.


Oleh karena itu, berbuat kebaikan dalam bahasa Arab disebut ihsan, yang mana kata tersebut memiliki arti istilah tersendiri yaitu kita beribadah kepada Allah seolah-olah kita melihatNya, dan atau kita beribadah kepada Allah dengan penuh keyakinan bahwa Allah melihat kita.


Sehingga tidak heran ketika Allah subhanahu wata'ala menyebutkan tentang ahli surga, Allah sebutkan diantara karakter mereka ketika di dunia, yaitu mereka gemar berbuat kebaikan, menebar kemanfaatan terhadap sesama, tanpa ada tujuan ingin dipuji, mendapatkan pamor, bahkan sekadar ucapan terima kasih.


Sebab yang mereka harapkan hanyalah wajah Allah subhanahu wata'ala, ridhoNya dan pahala dariNya. Mereka meyakini bahwa berbuat kebaikan adalah bagian dari ibadah kepadaNya.


 وَيطۡعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ مِسۡكِينًا وَيتِيمًا وَأَسِيرًا ، إِنَّمَا نُطۡعِمُكُمۡ لِوَجۡهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمۡ جَزَاۤءً وَلَا شُكُورًا


"Dan mereka memberikan (berbagi) makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan, (sambil berkata), 'Sesungguhnya kami memberi (berbagi) makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu'." (QS. Al-Insan : 8-9)


Masyaallah. Itulah karakter hebat yang dimiliki ahli surga ketika mereka hidup di dunia.


Dan perlu kita ketahui, bahwa beribadah kepada Allah subhanahu wata'ala tidaklah terbatas hanya pada ibadah-ibadah ritual semata, seperti shalat, zakat, puasa, haji, dsb.


Namun ibadah itu sangat luas cakupannya, sebagaimana yang diungkapkan oleh Imam Ibnu Taimiyah rahimahullah,


العبادة اسم جامع لكل ما يحبه الله ويرضه من قول وعمل ظاهرا و باطنا


"Ibadah adalah satu nama yang mencakup segala hal yang dicintai oleh Allah dan diridhoiNya, baik berupa ucapan maupun perbuatan, baik yang nampak maupun yang tersembunyi."


Dan di antara bentuk atau bagian ibadah adalah berbuat kebaikan. Karena sebagaimana ungkapan di atas bahwa suatu hal atau perkara yang dicintai Allah, maka itu termasuk ibadah.


Apalagi dengan tegas Allah menyatakan cintaNya kepada pelaku kebaikan atau orang-orang yang berbuat kebaikan.


وَأَحۡسِنُوۤا۟ۚ إِنَّ ٱللَّهَ یُحِبُّ ٱلۡمُحۡسِنِینَ


"Dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS. Al-Baqarah :195)


Perbuatan baik sangat banyak ragam dan macamnya. Bahkan banyak sekali perbuatan baik yang sederhana dan mudah untuk dilakukan. Tidak mengeluarkan banyak energi dan materi. Namun demikian balasan yang didapat sangatlah besar di sisi Allah subhanahu wata'ala.


Dan Allah memiliki sebuah nama yaitu Asy Syakur, yang artinya adalah Yang Maha Berterima Kasih. Dijelaskan oleh para ulama bahwa maksudnya adalah Allah subhanahu wata'ala sangat mengapresiasi kebaikan sekecil apa pun yang dilakukan oleh seorang hamba. Bahkan Allah subhanahu wata'ala memberikan reward (penghargaan) yang besar kepadanya sebagai balasan atas perbuatan baiknya tsb.


Di antara bentuk kebaikan sederhana yang memiliki potensi pahala besar, menghapuskan dosa, bahkan bisa menghantarkan pelakunya ke surga adalah sbb.:


1. Bertutur kata yang baik


Allah subhanahu wata'ala berfirman,


 وَقُولُوا۟ لِلنَّاسِ حُسۡنًا


"Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia." (QS. Al-Baqarah : 83)


Dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,


إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللَّهِ مَا يَظُنُّ أَنْ تَبْلُغَ مَا بَلَغَتْ فَيَكْتُبُ اللَّهُ لَهُ بِهَا رِضْوَانَهُ إِلَى يَوْمِ يَلْقَاهُ 


"Sesungguhnya ada salah seorang di antara kalian yang terbiasa bertutur kata dengan kalimat (yang baik) yang mendatangkan ridho Allah, yang mana ia tidak menyangka, oleh sebab kalimat tsb, Allah tuliskan baginya keridhoan sampai hari di mana ia berjumpa dengan Allah (di dalam surga)." (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah)


2. Menyingkirkan bahaya dari jalanan


Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda menceritakan perihal gambaran ahli surga yang pernah ditampakkan kepada beliau,


 لَقَدْ رَأَيْتُ رَجُلًا يَتَقَلَّبُ فِي الْجَنَّةِ، فِي شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَّرِيقِ، كَانَتْ تُؤْذِي النَّاس


"Sungguh aku melihat seseorang bergembira di dalam surga, (ia masuk surga) oleh sebab sebatang pohon yang ia singkirkan dari jalan, yang mengganggu (lalu-lalang) manusia." (HR. Muslim)


Dalam sabda beliau yang lain,


بينما رجل يمشي بطريق وجد غصن شوك على الطريق فأخره فشكر الله له فغفر له


"Ada seseorang yang berjalan melewati suatu jalan, lalu ia mendapati sebuah duri di atas jalan tsb. Maka ia pun menyingkirkannya. Oleh sebab perbuatan baiknya Allah berterima kasih kepadanya dan Allah ampunkan dosanya." (HR. Muslim)


3. Memberi/berbagi minum kepada binatang


Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah menyebutkan tentang seorang wanita yang memang memiliki riwayat hidup yang kelam sebagai wanita tunasusila, namun di hatinya ternyata ia memiliki kasih sayang kepada makhluk bumi,


بيْنَما كَلْبٌ يُطِيفُ برَكِيَّةٍ، كادَ يَقْتُلُهُ العَطَشُ، إذْ رَأَتْهُ بَغِيٌّ مِن بَغايا بَنِي إسْرائِيلَ، فَنَزَعَتْ مُوقَها فَسَقَتْهُ فَغُفِرَ لها بهِ


"Ketika ada seekor anjing yang sedang berputar-putar mengelilingi sumur, ia hampir mati terbunuh oleh rasa haus, tiba-tiba ada seorang wanita tunasusila yang melihatnya, lalu ia melepas sepatunya, turun ke dalam sumur mengambil air, kemudian ia berikan minum kepada anjing tsb. Oleh sebab perbuatan baiknya, dosa-dosanya diampuni oleh Allah subhanahu wata'ala." (Muttafaq 'alaih)


4. Senyum dan menuangkan air minum


Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,


لا تحقرن من المعروف شيئا ولو أن تفرغ من دلوك في إناء المستسقي، ولو أن تكلم أخاك ووجهك إليه منبسط


"Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apa pun, meskipun sekadar menungkan air minum kepada orang lain. Dan meskipun sekedar senyum yang engkau tampakkan ketika berbicara dengan saudaramu." (HR. Ahmad)


Masyaallah, mungkin hanya sedikit itu saja kiranya yang bisa penulis hadirkan ragam kebaikan sederhana yang mudah-mudahan kita semua diberi taufiq oleh Allah subhanahu wata'ala untuk bisa mengamalkan dan mengaplikasikannya di dalam keseharian hidup kita terhadap sesama dan makhluk Allah lainnya.


Terakhir perhatikanlah ungkapan Imam Ibnu Qayyim rahimahullah,


"Janganlah engkau pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun. Sebab engkau tidak tahu kebaikan mana yang akan menghantarkanmu ke surga."


Demikian, semoga bermanfaat.

Barakallahu fikum.


Jakarta, 7 Januari 2022



______

Penulis

Ust. Izzatullah Abduh, M.Pd., Imam Masjid Andara, Cinere dan Pengisi Kajian Kitab Tauhid Muhammad At Tamimi dan Kumpulan Hadits Qudsi Muhammad al Madani.