Jumat, 28 Januari 2022

Puisi-Puisi Ita Puspita Sari

Puisi Ita Puspita Sari




Menutup Lubang Kata I


Seperti menjumpaimu kembali

Di antara jejeran bangku dan catatan nama tamu

Perkenalkanlah aku perempuan di ambang penasaranmu

Membuka salam pintu kenyataan

Masuklah ke dalam lubang kata, temui kesiap dadaku di sana.

Selepas kau menyapa,

Sepasang mata kita meloncat-loncat gembira

Menjilat manis pertemuan pada sebungkus roti

Sedikit jamuan kenyangkan hati

Siapa bisa menolak elok bahasamu

Setelah kutemui ia pasang surut menjadi darahku

Kini menyimpan debar di setiap ruang

Yang sesak damai hati penyair.


Kombung, 2022



Menutup Lubang Kata II


Tiba-tiba ingatan kembali menenun suaramu

Masuki lubang kata bersilang-bersulang lugu

Saat menyebut namaku di podium kenangan

Memancing penonton bertepuk tangan

Restui perkenalan kita

sebelum beri isyarat sampai jumpa

Giliran aku membuka lembaran degup

Belum tuntas menumbuk rasa gugup

Perpisahan ditarik jarum angka-angka

Dimulai dari benih sapa, hati mencuat begitu saja

Kangen perlahan datang menusuk-nusuk

Benamkan jarum di dagingku hingga membusuk

Bersiaplah masuk menutup lubang kata

Setelah itu, kita bukan siapa-siapa.


Kombung, 2022



Menutup Lubang Kata III


Malam itu, dingin samar-samar menyelinap di ketiak cangkir

Lesehan selalu menuai keakraban alam

Duduk bersila mengagungkan perbincangan.

Dalam perkiraanku, kau termasuk di antara orang

yang menyeruput kopi buatan ibu

Betapa harap bersiap menangkap matamu kembali

Binar raupi malam panjang puisi.

Setelah lelah melihat lubang demi lubang

Pada puntung rokok, gelas kosong dan merah botol

Mataku mencari celah

Di sekat malam menjarah wajahmu gesit melambung kelu

Tiada ampun bagi sapa dan rekah senyum kau tinggalkan di meja

Kembalilah tuk mengambilnya.


Kombung, 2022


_____

Penulis 

Ita Puspita Sari, lahir di Sumenep, 1 Januari 2002. Tercatat sebagai mahasiswi aktif di UIN KHAS JEMBER, Prodi Bahasa dan Sastra Arab. Puisi-puisinya dimuat di beberapa antologi bersama dan media massa. Pernah aktif di Sanggar Seni Damar Mesem mulai tahun 2012. Dan aktif sebagai petani KALENTENG (Kompolan Kesenian Lenteng). 





Kirim naskah ke

redaksingewiyak@gmail.com