Jumat, 13 Mei 2022

Puisi-Puisi Agus Sanjaya

 Puis Agus Sanjaya




Di Kedai Tuhan; Ada Roti Durian


Saat tanggal muda

Semut-semut berlarian

Untuk mengejar remah roti

Yang disiapkan kedai Tuhan


Aroma roti durian

Menyapa indera penciuman

Menggertak perut kelaparan

Untuk mampir merasakan


Di kedai Tuhan

Semut-semut mengular

Seperti akar yang menjalar

Penuh kata-kata kelakar


3 April 2022



Tuyul-Tuyul; Mengejek di Kejauhan


Di malam tanpa bohlam

Tuyul-tuyul itu tumbuh

Mencuri padi orang-orang


Mereka bakar semuanya

Menjadi ledak kebencian

Ke arah bilik pemandian


Sudah tak kenal kesopanan

Apalagi jalan kebenaran

Tuyul-tuyul menjelma siluman


Saat orang-orang kelimpungan

Tuyul-tuyul mengejek di kejauhan

Sembunyi dalam rerimbunan


4 April 2022



Manusia Adalah Gergasi


Keinginan manusia sebesar gergasi

Bukan hanya sekecil kuku kaki

Saat ingin sudah menjadi angin

Tak ada kata mundur di dalam angan


Manusia sering melahap peri-peri 

Yang berderet di perayaan.

Ketamakan sering kali membuat logika kalah. Hanya mampu pasrah.

Peri-peri memang kelihatan nikmat disantap, tetapi juga penuh warna gelap. sebab hasrat boleh untuk lelap.


8 April 2022



_____

Penulis


Agus Sanjaya, lahir di Jombang, 27 Agustus 2000. Buku pertamanya berjudul Akar Kuning Nenek, serta buku keduanya berjudul Lima Sekawan terbit di Guepedia tahun 2020. Saat ini ia tengah sibuk kuliah, menimba ilmu di COMPETER Indonesia dan Kelas Puisi Bekasi (KPB). Karya-karyanya banyak terangkum di antologi bersama dan media online.




Kirim naskah ke

redaksingewiyak@gmail.com