Jumat, 27 Mei 2022

Puisi-Puisi Mohammad Cholis

 Puisi Mohammad Cholis




O


Entah, puisiku membisu di sini

berhenti di sebuah titik yang sangat engkau 

sepertinya lidah kata tak cukup panjang 

untuk menyentuhmu

benar-benar tak ada kekasihku, hanya

dada tak tahan menahan kegaduhan ini

semua seperti runtuh di hadapanmu


o

Mungkinkah ini wujud tuhan 

yang sedang tersenyum kepadaku 


Sebelum kupasrahkan segalanya untukmu 

katakan padaku, katakan kekasihku 

kegagalan apa yang telah aku kalahkan?


Jogja, 2022



Setelah Kepergian Annales

-Bumi Manusia


An, setelah kepergianmu

waktu mengirimiku jam tangan yang lelah 

tubuh molekmu jatuh ke tungku telinga 

dengan nada paling aihnya

semisal kau geram saat mendengarkan cerita silam 

Nyai Ontorosoh yang diperlakukan 

seperti gadis plesiran


pagi babak belur dihabisi rindu

seorang gundik masih mengigau 

lelaki kulit putih yang menidurinya

kekejaman terus saja datang

setelah tikungan tajam alismu

menewaskan sebuah ingatan

karena trauma panjang mencintai kesedihan


Annelies, sayang

betapa sangat beruntungnya menjadi seekor cecak 

yang diam-diam merayap di dinding kamarmu

atau serbuk bedak yang akan

dan selalu merawat bau ciuman di jidatmu

ciuman yang nyatanya sama menakutkannya

dengan mata Tuan Mellema

atau mungkin lebih tajam dari kumis dan parang Darsam 

yang sewaktu-waktu bisa menusukku dari belakang


“kita telah melawan nak, Nyo

sebaik baiknya, sehormat hormatnya”

begitulah kata Nyai 

sambil mengelus kekar dada seorang raden 

yang meratapi kematiannya di tanah sendiri.


Sumenep, 2022



Srakalan II


nama-Mu kupanjat dengan gelegar 

sekarat suara dikaratkan dosa  

semakin tinggi, semakin Engkau 

semakin gagap pula kuucap 


Jogja, 2022



Klise


aku suka menulis tentang:

malam, bulan, bintang, sunyi

sepi, senja, rindu, cakrawala 

tapi sebelumnya, kumandikan 

mereka dengan airmatanya

agar tampak terlihat, seperti perawan 

yang sangat cantik dan menggelikan 


Jogja, 2022



_______

Penulis

Mohammad Cholis, mahasiswa UIN Suka Yogyakarta. Selain menulis puisi juga menulis resensi. Karyanya tersiar di pelbagai media.



Kirim naskah ke

redaksingewiyak@gmail.com