Jumat, 20 Mei 2022

Puisi-Puisi Winarni Dwi Lestari

 Puisi Winarni Dwi Lestari




Ketupat


Anyamkanlah!

untukku dua helai janur

kau sayat dari rumpun ayat

jauh di pucuk-pucuk nyiur

kau lafadz di setiap malam yang iktikaf.

anyaman yang begitu rapat

hingga sanggup menutup setiap celah cacat

jalinan yang tak putus terus mengikat.

anyamlah menjadi sebentuk hati

untuk kutampung bulir-bulir nafs

sebelum kau rebus selama mungkin

selama gelincir butir-butir dzikir

tak putus kau dawam di sepertiga malam.

rasa laparmu menenggelamkanku dalam

lautan sabar hingga lebur

dalam tungku puasa.

anyamlah untuk kukenakan

dalam pesta perjamuan

sebelum mata pisau itu menyayat

dan menguraikan hingga

kurela telanjang melepas semesta khilaf

memutih dalam sepiring saji

bersama opor dan sambal goreng hati.


Karawang, 2014--2022


Lepet


'lebar' sudah rasa lapar

setelah terbuka ikatan janur

yang terulur sebagai 'sejatining' nur

menutup rapat setiap cela dan alpa.

lihat,

betapa lengket kau dan aku terikat

satu rahim setelah segala khilaf

lebur dalam pengakuan 'lepat'.

peluk erat lembut kelapa parut

tertuang di kepala kita, menyepuh

terpenetrasi menjadi santan

selembut santun pada pinisepuh.

tabur sejumput garam sebagai

penyeimbang rasa agar putihnya

terlabur ke dalam hati dan pikir.

kita tersaji dalam sepiring lepet

yang dihantarkan ke sanak tetangga

luber sebagai sedekah dalam 'ngalap' berkah.


Kudus, 2022



Balik


lautan kardus telah kembali

berjejalan di jalan-jalan

setelah ditumpahkannya seluruh isi kepala

juga diputusnya tali-temali di kakinya

mengulum sejumput tanah di rahim

juga merajut sehelai uban dari ibu

agar tak lupa aroma ketiak dan belaian itu

saat kembali ke rimba batu

demi mengisi kepala dengan mimpi-mimpi baru

dan menjalin lagi tali pengikat kaki.

aku pun kembali

mengisi kepalaku dengan batu

setelah menggadaikan mimpi dan selarik puisi

pada tukang loak itu: waktu


Karawang, 2014--2022



______

Penulis


Winarni Dwi Lestari, lahir di Tuban. Kini tinggal di Karawang, Jawa Barat.  Saat ini menekuni usaha properti. Studi terakhir Sarjana Univ Telkom. Puisi pernah dimuat di media cetak maupun online. Pecinta puisi dan masih terus belajar menulis puisi.


Kirim naskah ke

redaksingewiyak@gmail.com