Friday, June 30, 2023

Puisi-Puisi M.Z. Billal

Puisi M.Z. Billal




Pohon


andai aku adalah pohon

     tak perlu siapa pun memberiku nama

akan kuminta siklon mencabut baniu

     biar semua pengakuan tumbang

meluluhlantakkan kesedihanku

     dan masa depan menjelma telur

mengubahnya jadi seekor anak burung

     kenari kuning yang bebas terbang jauh

yang mahir menerjemah kicau

     ke bahasa ibu yang berkisah

perihal rahasia dan pertanyaan-pertanyaan

     tentang siapa aku

di dalam tubuh

     yang terbuat dari rindu dan kehangatan

masa lalu

      daun-daun yang menulis sajak

sebelum bahasa ayah

      berbicara tentang cinta yang penuh

tak menghakimi pengakuanku

      dan menerima perbedaan yang tercipta

telah jauh tertanam dalam gua garba ibu

      berasal dari cinta yang menjadikan aku


2023



Komuter


kota ini menculik

semua orang. juga kau.

setiap hari di jam kerja. bahasa

kelelahan. membahas banyak

hal. urusan-urusan pribadi

urusan negara, moral, ekonomi dan

agama. juga perasaanmu.

yang kaubicarakan

sendiri di peron sambil menunggu

kereta api sialan yang sering kali

terlambat menjemputmu pulang.

kadang iseng kau mengambil gambar

orang-orang di stasiun sesukamu

untuk menghibur diri dan

memberi mereka nama-nama baru.

seolah kau punya kuasa atas

hidup semua orang kecuali

hidupmu sendiri yang belum

mampu kaukuasai. sebab masalahmu

adalah sering kehabisan kata

untuk berbicara pada

diri sendiri. kau merasa tersesat

dari rumah ke stasiun ke kantor ke jalan

ke gerai cepat saji ke kantor lagi

ke jalan lagi ke stasiun lagi ke rumah lagi.

dan hanya mampu bertanya tanpa

pernah ada jawaban yang nyaman, menurutmu

sembari mendengar Coldplay berbisik

di earphone, memberitahu tentang

hidupmu yang hebat, yang berani, yang pemaaf.

adakah kereta di stasiun ini yang bisa

mengantarmu ke surga tanpa perlu banyak

bertanya apakah kau sudah siap untuk

ke sana? sebab kau hanya punya kenangan.

masa-masa sunyi tentang tubuhmu

dan kota ini. setiap hari, sepanjang tahun,

bertahun-tahun. sepanjang perjalanan

dari rumah ke tempat di mana kata-kata

bekerja. memiliki kaki untuk berjalan cepat

dan mulut untuk menikmati makan siang

sambil bertukar cerita tentang urusan-urusan pribadi,

urusan negara, moral, ekonomi, dan agama.


2023



Sedu


Hatinya ditebang seperti pohon besar

yang menghalangi jalan pulang.

padahal sekian puluh tahun dia berada

di sana adalah untuk hidup sebagai penanda.

dia terlalu setia kepadamu sampai

rindunya menjelma rimbun dedaunan

agar kau tak tersesat memasuki kampung halaman.

Tetapi sebagian dari kesetiaan

adalah bencana dan satu-satunya penopang

yang dia punya hanya sepotong kesabaran.

dia mencintaimu tapi kau merobohkannya.

dan kelupaanmu menjelma herbisida,

perlahan berusaha meracuni sekujur

cinta yang kokoh pada akar, dahan,

ranting, dan daun-daunnya.

Kemungkinan besar dia pun akan mati.

tumbang didera badai kesepian yang merintih

dari pagi ke pagi yang lain.

sebab mengenangmu adalah proses

meranggaskan diri dan membunuhmu

bukan balas dendam terbaik dalam sebuah puisi.

Dia masih ingin setia kepadamu.

kebodohan cinta yang melahap waktu

dan mematahkan ranting-rantingnya

sendiri.


2023


________

Penulis


M.Z. Billal, lahir di Lirik, Indragiri Hulu, Riau. Menulis cerpen, cerita anak, dan puisi. Buku-bukunya yang telah terbit berupa novel remaja berjudul Fiasko (2018), kumpulan puisi berjudul Cara Kerja Perasaan (2022), dan kumpulan cerpen berjudul Sebuah Tempat di Tepi Lelap (2022). Karya-karyanya juga dimuat di berbagai media cetak dan digital, serta sejumlah antologi nasional.


Kirim naskah ke

redaksingewiyak@gmail.com