Friday, May 3, 2024

Puisi-Puisi Imam Khoironi

Puisi Imam Khoironi




Pukul Dua Dini Hari


Pukul dua nanti badai akan melintas pergi

Tanpa mengucap salam perpisahan

Atau permintaan maaf telah membangunkan

Tidur pada jam yang pulas

Merusak mimpi-mimpi indah

dan ikut menggaduhkan derit ranjang:

yang tak semestinya


Tak ada yang pernah tahu

Mengapa ia datang pada tengah malam

Mungkinkah dia menjemput kesunyian

Untuk menemaninya tidur di bawa bukit

Atau hanya sekadar menggaris bawahi langit

Dengan jejaknya


Pada pukul dua dini hari

Di tempat yang tidak dikenali

Yang tak terjamah peradaban baru

Orang ramai menumpuk batu

Mengukir nama-nama 

Dari huruf yang asing dan sukar dibaca


Pada pukul dua dini hari, kabar tentang angin

Yang cekcok dengan hujan

Melintas di udara

Menuju tiang-tiang antena

Tetapi listrik padam seketika

Orang-orang di seluruh dunia

Mati tanpa bersuara


Bandar Lampung, September 2022



Di Warung Kopi


Sebelum malam menggenap

Seusai peristiwa gelap

Arloji yang tak henti menghitung hidup

Milik tukang kopi di warung pinggiran Ootshaven*

Berderik kecil mengingat bagaimana pukul 0 tiba


Pada jam itu, aroma kopinya menguar sampai ke jalan-jalan

Supir yang sedang tidur di balik kemudinya

Yang nyaman dan bijak, beranjak

Warung kopi itu mulai ramai


Dibukanya rubrik-rubrik hangat

Dari kopi tubruk, teh tubruk, hingga tubruk-menubruk

Para supir mengeluh pada arloji tukang kopi

"Bisakah kau memperpanjang masa, 

kami kehabisan kupon bahan bakar murah”


Bandar Lampung September 2022


Ket:

*Nama kota Bandar Lampung pada zaman Belanda


________


Penulis


Imam Khoironi, lahir di Desa Cintamulya 18 Februari 2000. Mahasiswa S-1 Pendidikan Bahasa Inggris UIN Raden Intan Lampung. Tidak terlalu suka seafood dan durian. Suka nulis puisi, kadang-kadang cerpen juga esai. 


Buku puisinya berjudul Denting Jam Dinding (2019). Karya-karyanya pernah dimuat di berbagai online seperti Republika.id, langgampustaka.com, semilir.co, sastramedia.com, simalaba.com, marewai.com, kawaca.com, milenialis.id, duniasantri.co, mbludus.com, ceritanet.com dan lainnya; dan media cetak seperti Malang Post, Riau Pos, Radar Mojokerto, Banjarmasin Pos, Bangka Pos, Denpasar Post, Pos Bali, Bhirawa, Rakyat Sumbar, Rakyat Sultra, Kedaulatan Rakyat dan lainnya. Puisinya masuk dalam buku Negeri Rantau; Dari Negeri Poci 10 dan banyak antologi puisi lainnya.


Ia bisa ditemukan di Facebook : Imam Imron Khoironi, Youtube channel: Imron Aksa, Ig : @ronny.imam07 atau di www.duniakataimronaka.blogspot.com.


Kirim naskah ke

redaksingewiyak@gmail.com