Oleh Tsaqib Arsalan, S.Pd.
Bulan Ramadhan adalah bulan yang diberkahi dan bulan yang dimana diturunkannya Al-Qur’an. Begitu juga di bulan ini ada salah satu perkara yang diwajibkan oleh syariat kita yang suci ini yaitu berpuasa.
Sebagaimana Firman Allah ﷻ di dalam surah Al Baqarah ayat 183 :
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (Al Baqarah : 183)
Dan juga di surat yang sama di ayat yang ke 185 :
...فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ ٱلشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ ...
"... Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu ...." (Al Baqarah : 185)
Dan juga ditekankan oleh sabda Nabi Muhammad ﷺ bahwa Puasa Ramadhan termasuk salah satu rukun dari lima rukun Islam.
Disebutkan didalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Umar radiyallahu ‘anhuma:
"Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 'Islam dibangun di atas lima (tonggak): Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan (syahadat) Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, haji, dan puasa Ramadhan'.” (HR Bukhari)
Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga semata, tetapi juga banyak keutamaan dan hikmah yang didapatkan bagi kaum muslimin yang melaksanakannya. Karena tidaklah syari’at mewajibkan sesuatu kecuali di dalamnya ada maslahat, keutamaan (faadhilah), begitu juga hikmah dibalik kewajiban tersebut.
Berikut diantara beberapa keutaman puasa Ramadhan :
● Menghapus kesalahan-kesalahan kita
Didalam hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
عن أبي هُريرةَ رَضِيَ اللهُ عنه أنَّ رَسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم قال : الصَّلَواتُ الخَمسُ، والجُمُعةُ إلى الجُمُعةِ، ورمضانُ إلى رَمَضانَ؛ مُكَفِّراتٌ ما بينهُنَّ إذا اجتَنَبَ الكبائِرَ .
"Salat 5 waktu, dari Jumat ke Jumat berikutnya, dan dari Ramadhan ke Ramadhan berikutnya merupakan penghapus dosa-dosa yang dilakukan di antara keduanya apabila dosa-dosa besar dijauhi." (HR Muslim)
● Sebab diampunkannya dosa
Rasulullah ﷺ bersabda di dalam hadits yang juga diriwayatkan oleh Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu :
عن أبي هُريرةَ رَضِيَ اللهُ عنه أنَّ رَسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم قال: مَن صامَ رمضانَ إيمانًا واحتسابًا، غُفِرَ له ما تقدَّمَ مِن ذَنبِه
“Barangsiapa yang berpuasa penuh dengan keimanan dan pengharapan akan pahala, maka diampuni dosa dia yang telah lalu. (HR Bukhari & Muslim).
● Menjadi sebabnya kita masuk surga
Disebutkan dalam satur riwayat yang diriwayatkan oleh Jabir Radiyallahu ‘anhu:
عن جابرٍ رَضِيَ اللهُ عنه : أنَّ رَجُلًا سأل رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، فقال: يا رَسولَ اللهِ، أرأيتَ إذا صَلَّيتُ المكتوباتِ، وصُمْتُ رمضانَ، وأحلَلْتُ الحلالَ، وحَرَّمْتُ الحرامَ، ولم أزِدْ على ذلك شيئًا، أأدخُلُ الجَنَّةَ؟ فقال النبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم: نَعَم .
“Dari Jabir Radiyallahu ‘anhu : Bahwasannya seorang pria bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan mengatakan: ‘Kabarkan kepadaku Wahai Rasulullah, kalau saya sudah shalat yang wajib, sudah berpuasa pada bulan Ramadhan, menghalalkan yang halal dan mengharamkan yang haram, dan saya tidak menambah sedikit pun diatas itu, apakah saya akan masuk surga?’ Maka Rasulullah ﷺ menjawab: ‘Iya'.” (HR Muslim)
● Mendapatkan pahala tanpa hisab (tak terhitung)
Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh kesabaran. Karena di dalamnya kaum muslimin diperintah untuk berpuasa dengan menahan diri dari apa yang sebetulnya halal dilakukan, seperti makan dan minum. Dan Allah ﷻ menjajikan pahala tanpa hisab bagi orang-orang yang bersabar. Allah ﷻ berfirman:
“...Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az Zumar : 10)
Di balik keutamaan yang kita sebutkan di atas, puasa juga memiliki banyak hikmah yang didapatkan bagi kaum muslimin yang melakasanakannya, baik dari segi jiwa dan juga kesehatan. Imam Ibnu Katsir rahimahullah di dalam tafsir surah Al-Baqarah ayat 183 mengatakan bahwa di antara hikmah puasa yaitu mensucikan jiwa, membersihkan jiwa, dan juga membersihkannya dari hawa nafsu dan akhlak buruk. Dan dari segi kesehatan banyak juga hikmah yang didapatkan, seperti yang disebutkan di laman alodokter.com yang ditinjau oleh dr. Gracia fensynthia bahwa puasa memiliki hikmah atau manfaat bagi kesehatan di antaranya :
- menurunkan berat badan,
- menjaga kesehatan jantung,
- mengurangi risiko diabetes,
- mengurangi risiko munculnya kanker,
- menjaga kesehatan mental,
- memperbaiki metabolisme tubuh.
Masyaa Allah, di dalam keutamaan dan hikmah yang banyak ini sungguh sangat merugi bagi kaum muslimin yang meninggalkan salah satu perkara wajib di dalam syari’at ini. Di balik dia mendapatkan dosa besar, dia juga banyak sekali meningggalkan keutamaan, hikmah, dan manfaat lainnya yang hanya bisa dirasakan oleh orang yang menunaikan kewajiban ini yaitu berpuasa.
Maka dari itu, marilah kita mengikhlaskan ibadah puasa kita karena Allah ﷻ, karena tidaklah kita mendapatkan keutaman-keutaman di atas kecuali dengan rasa ikhlas kita kepada Allah ﷻ. Menujukan semua ibadah kita hanya karena-Nya.
Barakallahu fiikum. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.
__________
Penulis
Tsaqib Arsalan, S.Pd., alumnus Ma’had Aly Imam Syafi’i Cilacap.
redaksingewiyak@gmail.com

Makasih pak
ReplyDelete