Monday, May 11, 2026

Karya Siswa | Gedung Tua | Cerpen Revina Aulia Febiyani

Cerpen Revina Aulia Febiyani



Pada suatu hari pukul 15.00 . Ada tiga anak yang bernama Dito, Nisa dan Aldi. Mereka sekolah SD Nusantara. Sore itu hujan sangat deras. Dito, Nisa dan Aldi belum dijemput. Karena hujan angin bertiup kencang sampai pintu kelas mereka bergoyang.


 Draaakkk! Suara pintu tertutup yang tertiup angin.


"Aaaaaaaa" teriak Dito, Nisa dan Aldi. 


"Aduuhhh kaget banget" kata Nisa. 

"Iya. Jantungku sampai mau copot!" kata Dito terkejut. 


"Nanti kita sampaikan ke Pak Satpam saja," kata Aldi.


"Loh loh loh. Kok tiba tiba Pak Satpam?" tanya Dito.


 Setelah beberapa menit, hujan pun mereda. Mereka berjalan mendekati Pak Satpam. 


"Loh, kok kalian masih di sini?" kata Pak Satpam dengan bingung.


"Iya Pak. Kita belum dijemput orang tua kita," kata Nisa pelan.


"Pak Satpam ingin kasih tahu sesuatu kepada kalian," Pak Satpam membisikan suatu hal kepada Dito, Nisa, Aldi. "Kalau kalian melewati gudang tua itu. Hati hati. Karena ada sesuatu  yang menakutkan," kata Pak Satpam dengan serius.


"Alaahhhh... palingan juga Pak Satpam cuma nakut-nakutin kita," kata Dito sambil berbisik ke Nisa dan Aldi.


"Sudah Pak, kita kembali ke kelas dulu," kata Aldi. 


"Ya sudah. Tapi jangan mengeyel tentang gudang tua itu, ya," kata Pak Satpam. 


"Iya Pak, kita tidak akan memasuki gudang tua itu kok," kata Dito sambil tersenyum tipis.


Setelah itu mereka pun menuju kelas. Dan percakapan panjang. Hujan turun deras lagi, baju mereka sedikit basah.


"Ayoo, Dito, Nisa cepaatttt! Hujan turun lagi," kata Aldi.


Sesampainya mereka di kelas. Mereka langsung kedinginan karna hujan membasahi baju mereka.


"Aaduuhh, dingin banget" kata Nisa sambil menggigil.


Tak lama kemudian, ada yang mengetok pintu kelas mereka.


"Eeeehhh, siapa itu?" kata Aldi yang sedang membuka pintu kelas.


"Eeh Pak Satpam, ngapain ke sini?" kata Aldi. 


"Nisa, kemari Nak. Ibumu menjemputmu."


 "Ooh iya Pak," kata Nisa sambil menggendong tas.


"Dito, Aldi, aku duluan, yah. Byee!" kata Nisa sambil tersenyum.


"Pak Satpam, tadi aku bertanya Pak Satpam ngapain ke sini, kok Bapak langsung bilang ke Nisa dulu? kan aku yang nanya," kata Aldi kesal.


"Hayo loh... Aldinya merajuk," kata Dito.


"Hehe, iya, iya, maaf," kata Pak Satpam. 


"Ya sudah, Bapak kembali ke pos dulu," kata Pak Satpam.


Setelah beberapa menit, Dito dan Aldi mulai mengantuk dan bosan.


 "Ehh, kita ngintip dikit yuk ke gudang itu!" kata Dito. 


"Kamu sudah gila, ya? kita kan gak boleh ke sana," kata Aldi.


"Biar gak bosen," kata Dito.

"Ya sudah. Jangan lama lama, ya" kata Aldi.


Mereka pun mendekati dan mengintip gudang tua itu


"Ih, geseran dikit dong! Aku juga mau liat" kata Aldi.


Tiba tiba pintu terbuka.


"Kok, pintunya terbuka?" kata Aldi.


"Masuk bentar yuk! Aku penasaran nih" kata Dito.


Mereka pun memasuki gudang tua  yang sudah berusia 10 tahun. Dinding mengelupas, gorden robek, kertas kertas berhamburan, meja yang sudah dimakan rayap, dan hawa yang panas.


 "Kok, aku ngerasa ada yang jalan," kata Dito. 


"Cuma perasaan kamu doang kali," kata Aldi.


Tiba tiba pintu tertutup hujan lebat dan ada petir.

 

Jedderrrr! Suara petir dari luar.


"Aaaaaaa!" Aldi dan Dito berteriak ketakutan.


Tiba-tiba ada perempuan yang berwajah pucat dan rambut panjang.


"S-siapa k-kamu?" kata Dito.


"Aku penjaga gudang tua ini. Kalian temani aku saja di sini. Hahaha," hantu itu tertawa lebar. 


Dito dan Aldi pun berlari ketakutan. Mereka menuju kelas.


 "A-aldi, tadi itu sangat menakutkan," kata Dito dengan wajah pucat.


 "Betul betul betuuull" kata Aldi.


 Setelah beberapa menit terdengar suara ketukan 


Tok tok tok. Pak satpam mengetuk pintu kelas. 


"Aldi, Dito, orang tua kalian sudah menjemput. Harap segera ke sana, ya" Kata Pak Satpam.


"Akhirnya kita dijemput," kata Dito sambil menghela napas.


"Syukurlah," kata Aldi sambil tersenyum. Sesampainya mereka kepada orang tua masing masing dan pulang dengan keadaan selamat.


______


Penulis


Revina Aulia Febbryani,  lahir di Pandeglang 2 Februari 2015. Saat ini ia duduk di kelas 5 SD Elfatih Kota Serang. Alamat rumah di  Ciruasland Walantaka, Kota Serang.


Kirim nasksh ke 

redaksingewiyak@gmail,com


Terimakasih telah berkomentar!