Puisi Hanif Putra Arbain
Tak Ingin
Tak ingin aku menjadi dokter
Tak ingin aku menyembuhkan luka
Aku hanya ingin menghibur yang terluka
Di depan pc gaming aku bisa berkarya
Nasib menjadi streamer
Mendapat beras dari belas kasih penggemar
Akulah yang membusukkan otak generasi muda
Yang aku sebut gen alpha
Ayah, maafkan anakmu
Yang gagal memenuhi gengsimu
Yang selalu kau sebut pengangguran
Tapi percayalah akan aku beli mobil yang dahulu kau impikan
Ibu, maafkan putramu
Yang membuat malu
Yang menjadi topik dialog tetangga
Tapi percayalah akan aku beli omongan mereka
Ingin rasanya menjadi uang
Di buang waktu ayah hanya untukku
Ingin rasanya menjadi saham
Pertumbuhannya rajin di pantau ibu
Mimpiku sederhana
Setiap kali kalian melihat layar kaca
Ada aku berdiri di sana
Menjadi bintang utama
Waktu berbeda
Aku tetap sama
Tetap menjadi anak durhaka
Karena mengerjakan apa yang disuka
28 April 2026
Jejak dalam Kegelapan
Dalam sunyi yang tak pernah benar-benar diam
Aku menemukan diriku tumbuh perlahan
Dari tanya yang tak kunjung usai
Dirakit dari serpih pengalaman
Dari gagal yang diam, hingga mimpi yang berteriak
Kadang hancur oleh ekspektasi
Kadang runtuh oleh suara sendiri
Namun dari retakan itulah imajinasi menemukan jalannya
Jalan pulang yang berliku
Menantang fobia, mengikis kegelapan
Menyalakan cahayanya sendiri
Ketika yang lain padam
Cahaya yang berkuasa
Menciptakan bayangan kekuatan
Melangkah maju dan berteriak
Takutlah wahai ketakutan
Karena kali ini bukan aku yang mundur
Kau hanya gema dari ragu
Kau boleh berteriak lebih keras
Dan perlahan kehilangan tempat di dalam diriku
Anyer, 20 April 2026
Pohon
Dari benih kegagalan
Tumbuh keyakinan yang kokoh
Setiap kegagalan adalah bukti
Daun yang gugur bukan berarti kalah
Tapi siap berbuah
Daun jatuh perlahan
Namun tak pernah ia sesali
Tak berlari mengejar musim
Diam siap menerima
Kumbang menjadi saksi
Tentang petir yang pernah menyambar
Batang mengirim pesan cerita
Tentang hujan, panas dan luka
Burung menghasut pelan
Dijawabnya dengan diam
Menjadi guru tanpa kata
Bahwa kuat tak selalu tentang melawan dunia
Anyer, 21 April 2026
Kisah Tak Kasih
Di bawah langit yang sama
Dunia yang berbeda
Dunia pangung pilih kasih
Pada hati yang rapuh
Ingin rasanya kupungut harapan
Tapi harapan itu fana
Patah sebelum sempat tumbuh
Hanya akan menjadi rapuh
Saat mimpi terasa sunyi
Yang kulihat hanya pintu yang tertutup
Tanpa ada jeda yang cukup
Karena keadilan tidak datang dari luar
Melainkan hati yang sabar
Meski dunia terasa tak berpihak
Masih ada langkah kecil yang perlu diinjak
Anyer, 22 April 2026
Bengkel Kehidupan
Di bengkel kehidupan yang riuh dan panas
Hidup ditempa di atas landasan yang keras
Bukan untuk menjadi pedang pemalas
Namun untuk menjadi baja yang terbentuk
Disiplin adalah palu yang menghantam
Dan kreatif adalah api yang tak pernah padam
Menciptakan pedang yang tajam
Yang dilapisi oleh karakter
Di bengkel kehidupan yang riuh dan panas
Tersisanya luka-luka lama
Demi merajut mimpi indah
Meskipun sudah kepala dua
Tak ada cerita hidup berwarna
Hanya dalam diam tungku kepada pedang
Membuatnya kuat saat bertarung
Dan siap digunakan pejuang
Bengkel ini bukan sekedar tempat
Ia adalah jeda bagi yang hampir menyerah
Di antara serpihan logam dan debu
Keyakinan yang tersimpan; segala sesuatu yang rusak mungkin masih utuh
Anyer, 25 April 2026
______
Penulis
Hanif Putra Arbain, siswa kelas 11 di SMA Pesantren Unggul Al Bayan Anyer. Menetap di Tangerang. Ia meraih juara 3 pada ajang FLS3N Cipta Puisi 2026 Kab. Serang. Instagram: Hanif_Arbain.
Kirim naskah ke
redaksingewiyak@gmail.com

Terimakasih telah berkomentar!