Monday, May 4, 2026

Karya Siswa | Puisi-Puisi Hanif Putra Arbain

Puisi Hanif Putra Arbain


Tak Ingin


Tak ingin aku menjadi dokter

Tak ingin aku menyembuhkan luka

Aku hanya ingin menghibur yang terluka 

Di depan pc gaming aku bisa berkarya


Nasib menjadi streamer

Mendapat beras dari belas kasih penggemar

Akulah yang membusukkan otak generasi muda

Yang aku sebut gen alpha


Ayah, maafkan anakmu

Yang gagal memenuhi gengsimu

Yang selalu kau sebut pengangguran

Tapi percayalah akan aku beli mobil yang dahulu kau impikan


Ibu, maafkan putramu

Yang membuat malu

Yang menjadi topik dialog tetangga

Tapi percayalah akan aku beli omongan mereka


Ingin rasanya menjadi uang

Di buang waktu ayah hanya untukku

Ingin rasanya menjadi saham

Pertumbuhannya rajin di pantau ibu


Mimpiku sederhana

Setiap kali kalian melihat layar kaca

Ada aku berdiri di sana

Menjadi bintang utama


Waktu berbeda

Aku tetap sama

Tetap menjadi anak durhaka

Karena mengerjakan apa yang disuka


28 April 2026



Jejak dalam Kegelapan


Dalam sunyi yang tak pernah benar-benar diam

Aku menemukan diriku tumbuh perlahan

Dari tanya yang tak kunjung usai

Dirakit dari serpih pengalaman


Dari gagal yang diam, hingga mimpi yang berteriak

Kadang hancur oleh ekspektasi

Kadang runtuh oleh suara sendiri

Namun dari retakan itulah imajinasi menemukan jalannya


Jalan pulang yang berliku

Menantang fobia, mengikis kegelapan

Menyalakan cahayanya sendiri

Ketika yang lain padam


Cahaya yang berkuasa

Menciptakan bayangan kekuatan

Melangkah maju dan berteriak

Takutlah wahai ketakutan

Karena kali ini bukan aku yang mundur

Kau hanya gema dari ragu

Kau boleh berteriak lebih keras

Dan perlahan kehilangan tempat di dalam diriku


Anyer, 20 April 2026



Pohon


Dari benih kegagalan

Tumbuh keyakinan yang kokoh

Setiap kegagalan adalah bukti

Daun yang gugur bukan berarti kalah

Tapi siap berbuah


Daun jatuh perlahan

Namun tak pernah ia sesali

Tak berlari mengejar musim

Diam siap menerima


Kumbang menjadi saksi

Tentang petir yang pernah menyambar

Batang mengirim pesan cerita

Tentang hujan, panas dan luka


Burung menghasut pelan

Dijawabnya dengan diam

Menjadi guru tanpa kata

Bahwa kuat tak selalu tentang melawan dunia


Anyer, 21 April 2026



Kisah Tak Kasih


Di bawah langit yang sama

Dunia yang berbeda

Dunia pangung pilih kasih

Pada hati yang rapuh


Ingin rasanya kupungut harapan

Tapi harapan itu fana

Patah sebelum sempat tumbuh

Hanya akan menjadi rapuh


Saat mimpi terasa sunyi

Yang kulihat hanya pintu yang tertutup

Tanpa ada jeda yang cukup

Karena keadilan tidak datang dari luar

Melainkan hati yang sabar

Meski dunia terasa tak berpihak 

Masih ada langkah kecil yang perlu diinjak


Anyer, 22 April 2026



Bengkel Kehidupan


Di bengkel kehidupan yang riuh dan panas

Hidup ditempa di atas landasan yang keras

Bukan untuk menjadi pedang pemalas

Namun untuk menjadi baja yang terbentuk


Disiplin adalah palu yang menghantam

Dan kreatif adalah api yang tak pernah padam

Menciptakan pedang yang tajam

Yang dilapisi oleh karakter


Di bengkel kehidupan yang riuh dan panas

Tersisanya luka-luka lama

Demi merajut mimpi indah

Meskipun sudah kepala dua


Tak ada cerita hidup berwarna

Hanya dalam diam tungku kepada pedang

Membuatnya kuat saat bertarung

Dan siap digunakan pejuang


Bengkel ini bukan sekedar tempat

Ia adalah jeda bagi yang hampir menyerah

Di antara serpihan logam dan debu

Keyakinan yang tersimpan; segala sesuatu yang rusak mungkin masih utuh


Anyer, 25 April 2026

 

______

Penulis


Hanif Putra Arbain, siswa kelas 11 di SMA Pesantren Unggul Al Bayan Anyer. Menetap di Tangerang. Ia meraih juara 3 pada ajang FLS3N Cipta Puisi 2026 Kab. Serang. Instagram: Hanif_Arbain.



Kirim naskah ke

redaksingewiyak@gmail.com



Terimakasih telah berkomentar!