Sunday, June 28, 2026

Puisi-Puisi Rosul Jaya Raya

Puisi Rosul Jaya Raya




Perdamaian Perdamaian


Dia menjorokkanmu ke kolam penuh ikan-ikan tertawa, kamu basah oleh gelembung-gelembung tawa yang meletus


Dia menjemur tubuhmu sampai kering di sinar matahari.


Sebelum kamu keluar menyerang dari Kuda Troya, dia tahu kamu ada di dalam, "cilukba!" kamu terkejut sampai kencing di celana


Dia mengirim lindu ke dadamu dan dada Kuda Troyamu. 


Betapa bahagianya ketika kamu dan dia menautkan jari kelingking; seribu matanya lenyap—mata yang mengintipmu ketika tengah tidur, makan, sampai berak—


Dia tetap menjorokkanmu ke kolam itu; bedanya kini kamu, dia, dan ikan-ikan tertawa sama-sama, kamu dan dia basah dan menjemur diri sama-sama


Kamu dan dia berada dalam Kuda Troya yang sama, menandatangani lindu yang akan dikirim sama-sama 


Sama-sama mengasah pisau untuk menusuk seribu mata jahil yang nanti mengintipmu dan dia.


Juni 2026



Apa Iya Kita Adalah Tai?


Kamu yakin Tuhan menjahit hujan dan tanah sambil minum kopi. Prok prok prok simsalabim. Jadilah kamu. 


Selalu ada kemungkinan lain bukan? 


Mungkin saja Tuhan sedang buang hajat sehabis makan (maha) tahu pedas. Abrakadabra ngeden dikit. Keluarlah kamu.


Boleh jadi bukan? Dadamu bercerobong, memuntahkan asap polusi. “Tai kau!” hardikmu.


Kamu tak setuju imajinasiku. Kamu hanya setuju kemungkinan aku memang tai. 


Bukankah hidup kita seperti tai di sungai hayat? Terombang-ambing ikut arus. Setiap ruang. Setiap waktu. Setiap Tuhan mengolah kita jadi pupuk.


Apa iya kita adalah tai?


Juni 2026



Tiada Mampus yang Lebih Indah Selain Mampus di Pelukanmu


Aku akan mencintaimu sampai mampus

Tak ada anjir di antara kami

Tak ada anjay untuk selain kamu

Rindu adalah bestie-ku  

Puisi cinta emakku tercinta

Dana ngedate bapakku tersayang

Cincin kawin mimpi basahku

Banting badan pahlawanku kepagian

Gapapa saat-saatku goblok 

Sampai aku mampus di pelukanmu


Juni 2026



Komedi


Di kantor pemerintahan, politisi menulis materi komedi tanpa terganggu kisruh-rusuh di luar. 


Teriak orang-orang pakai toa masuk telinganya; keluar lewat pantat bersama kentut.


Kepalanya ngos-ngosan mencari punch line. 


Komedi berangkat dari keresahan bukan? Sang politisi resah akan kursi yang ia duduki kakinya hampir patah. Ia ingin menaikkan pajak orang-orang yang teriak-teriak di luar untuk beli kursi baru. 


Demi Negara! Akhirnya selesai juga. 


Sang politisi stand up comedy di depan orang-orang. Ia melempar bit, tidak lucu. Melempar bit berkali-kali, tetap tidak lucu.


Orang-orang ngantuk. 


Sampai sang politisi meleleh di atas panggung. Orang-orang tertawa sangat nyaring. 


Juni 2026



Kenapa Kamu Nulis Puisi?


Lebih baik fokus jualan gorengan

kecuali puisi dibuat bungkus gorengan


Ini bukan soal keuntungan komersial

ini soal istana jiwa (kataku dengan 

suara gelora sambil menahan bunyi 

perut dan dompet)


Kenapa Kamu Nulis Puisi?


Puisi bisa menyeretmu diborgol polisi

puisi tak bisa dijadikan alat sogok


Yang penting kata-kata bangkit dari kubur

menghantui polisi (kataku bermuka masam di balik jeruji; aku kangen 

kontrakan bobrok dan senyum pacar)


Kenapa Kamu Nulis Puisi?


Pacarmu lamat-lamat menjauhimu

puisi tak bisa ditukar dimsum mentai


Demi kebudayaan dan kemanusiaan

cinta nomor sekian (kataku sambil

meringkuk dan menangis di pojokan)


Kenapa Kamu Nulis Puisi?


Padahal puisimu jelek dan empuk

dilahap hulubalang-hulubalang sastra itu


Aku menulis puisi sambil minum kopi 

untuk diri sendiri (kataku sambil

mengutuk makhluk-makhluk 

rambut gondrong dan bau badan itu)


Kenapa Kamu Nulis Puisi?


Tanyaku pada diri sendiri

(tak ada habis-habisnya sampai

lupa aku belum mandi dan cukur rambut

sebelum menjual puisi yang tak laku-laku) 


Juni 2026


______

Penulis


Rosul Jaya Raya, penulis kelahiran Bekasi 2002, berdarah Madura, kini berdomisili di Surabaya. Masuk daftar 10 Emerging Writers Ubud Writers and Readers Festival 2025. Beberapa cerpennya memenangkan lomba kepenulisan cerpen. Bisa dihubungi di Instagram @rosuljayaraya24.


Kirim naskah ke

redaksingewiyak@gmail.com



Terimakasih telah berkomentar!