Selasa, 16 November 2021

Sosok Inspiratif | Khairul Anwar | Pemuda Plegmatis yang Suka Menggambar





Khairul Anwar merupakan pemuda yang senantiasa belajar untuk lebih progresif dan produktif. Ia lahir di Serang, 13 Januari 1998. Irul, sapaan akrabnya, memiliki perpaduan watak antara melankolis dan plegmatis. Dengan tipikal kepribadian yang tidak bisa hidup tanpa berpikir rasional, idealis, dan humanis.


Kini, ia sedang menyelesaikan tugas akhirnya di salah satu perguruan tinggi swasta, tepatnya di Universitas Serang Raya, Kota Serang. Meskipun ia mengambil Jurusan Manajemen, kesibukannya saat ini lebih mengarah ke dunia seni dan sastra, yang sebetulnya sudah ia tekuni sejak di bangku SMP dulu.


Ia pun terlibat aktif mengikuti beberapa organisasi kemahasiswaan intra maupun ekstra kampus, loh. Diantaranya, pernah menjadi Anggota HMJ MANAJEMEN UNSERA (2016-2017), Ketua Departemen Internal BEM FEB UNSERA (2018--2019), Ketua Umum DPM FEB UNSERA (2019--2020), serta menjadi bagian dari kader aktif GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia).



Wah, sosok inspiratif kali ini juga tak kalah keren bukan? Nah, biar nggak penasaran. Yuk langsung kita kepoin Kang Irul secara lebih dekat!




1. Sejak kapan Kang Irul mulai suka menggambar?


Kurang lebih saat SD kelas 4. Berawal dari iseng-iseng nyoret buku-buku Bapak di rumah--karena sering kali bapak membawakan buku-buku gambar atau karikatur dari kantornya--kemudian mulai terbiasa dan mulai menikmatinya. Menginjak SMP hingga sekarang, saya selalu membeli peralatan lukis mulai dari pensil warna, krayon, hingga cat lukis yang sampai saat ini menjadi bahan koleksi di sudut-sudut kamar.




2. Apakah Kang Irul punya semacam "guru khusus" perihal pengembangan keterampilan menggambar, atau hanya belajar otodidak saja sejauh ini?


Terkait "guru khusus" memang tidak ada, tapi sejatinya aktivitas menggambar tidak terlepas dari orang-orang yang pernah menjadi bagian dalam perjalanan saya di bidang seni. Salah satunya, guru seni rupa sewaktu sekolah. Selebihnya, bisa dibilang otodidak karena saya sebenarnya bukan berasal dari lingkungan atau mempunyai trah keluarga yang seniman. Saya mengamini pepatah bahwa "bisa karena terbiasa". Makanya saya selalu mengembangkan kapasitas diri dengan terus belajar sambil mencoba untuk mencari relasi dengan orang-orang yang menyukai di bidang seni baik di lingkungan pergaulan maupun grup di media sosial.




(Karya 1 : Khairul Anwar)




3. Biasanya, menggambar cenderung di identikkan dengan kebiasaan anak kecil. Nah, menurut Kang Irul, dunia menggambar itu persisnya gimana sih?


Sebenarnya aktivitas menggambar itu bisa dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Karena aktivitas menggambar bagian dari seni untuk mengasah kemampuan. Ya, terus terang saya selalu "anteng" kalau sudah bersentuhan dengan alat-alat gambar. Duduk, diam, jemari mengalun perlahan, otak kanan berpikir, berkolaborasi dengan hati dan perasaan, melatih kesabaran dan ketekunan untuk menciptakan karya seni.




4. Pengalaman menarik apa yang selama ini Kang Irul temui dalam menggeluti dunia menggambar?


Pengalaman menariknya, bisa saya temui ketika mengikuti event perlombaan. Dari situ, saya selalu terkejut dengan menjumpai karya-karya yang sangat luar biasa sehingga saya semakin termotivasi untuk terus meningkatkan kompetensi diri. Kemudian saat ada pameran seni rupa di Cilegon yang diadakan oleh Banten Art Community (BAC) pertengahan tahun 2019, saya ingat pernah berbincang dengan seseorang--yang mungkin usianya lebih muda dari saya--namun pengetahuan mengenai seni rupanya sangat khatam. Dia berujar agar setiap karya seni, apa pun itu, untuk selalu luwes dan tidak selalu jenius. Mungkin maksudnya, setiap karya tak perlu menjadi sesempurna mungkin. Seorang pencipta harus menunjukkan karyanya, toh seni tidaklah sekaku yang kita pikirkan. Memang betul apa yang diucap oleh seseorang tersebut, bahwa saya menuju satu pemahaman untuk mengabaikan kesempurnaan, keluar dari standar, berjuang terus melatih, dan lebih mencintai apa yang saya lakukan saat ini. Sehingga saya dengan leluasa untuk selalu pede memublikasikan karya (gambar) saya sendiri.



(Karya 2 : Khairul Anwar)




5. Kalau menggambar, Kang Irul sering atau sukanya menggambar yang seperti apa?


Dulu waktu SD seringnya menggambar karakter kartun-kartun. Namun, setelah menginjak usia remaja hingga saat ini, semua genre/jenis pernah saya coba--meskipun kadangkala masih banyak menemukan kendala dan kesulitan.




6. Pernahkah Kang Irul ikut serta perlombaan, pameran ataupun event-event terkait selama ini? Atau, pernah meraih gelar kejuaraan gitu, pernah tidak?


Waktu SD dan SMA alhamdulillah saya dipercaya oleh guru untuk mewakili sekolah dalam lomba menggambar tingkat kab/kota meskipun hasilnya masih belum maksimal. Waktu itu, saya hanya mentok di posisi 10 besar. Akan tetapi, saya merasa bersyukur dan terus belajar untuk meningkatkan kapasitas diri. Kemudian. event-event individu pun sering saya ikuti.





(Tukang nanya: Ray Ammanda)