Selasa, 15 Maret 2022

Sosok Inspiratif | Deskarina Sulistyana | Ilustrator Digital

 


Deskarina Sulistyana, perempuan muda berumur 23 tahun ini merupakan alumnus Universitas Pendidikan Indonesia Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Serang. Kak Deska, itulah sapaan akrabnya. Ia senang sekali belajar hal baru, terutama terjun dalam dunia seni ilustrasi.


Meskipun Kak Deska lulusan PGPAUD, baginya tak ada salahnya untuk terjun dalam bidang seni. Ketertarikannya dalam dunia menggambar sudah tumbuh sejak TK. Dalam perjalanannya, ia sempat berhenti dan tidak pernah mengasah lagi bakat menggambarnya itu. Dan semenjak Pandemi Covid-19, ia merasa bahwa semua hal dilakukan di rumah dan ingin mencari kegiatan selain kuliah agar tetap tetap waras. Ia memutuskan untuk membeli alat lukis seperti cat, kuas, dan kanvas. Karna ingin mengabadikan setiap hasil lukisan, ia membuat akun Instagram yang awalnya bernama nabastala_art kemudian sekarang berganti menjadi creamsupps.


Saat ini, ia tengah menjalani kesibukan sebagai freelance children illustrator. Mengerjakan permintaan klien seperti ilustrasi logo, potrait illustration, kover buku hingga picture book. Semuanya dikerjakan sendiri dari rumah.


Agar para pembaca setia NGEWIYAK tidak penasaran, langsung saja kita kepoin perempuan kreatif berkacamata kuda ini, cekidot!


_____

1. Sejak kapan Kak Deska mulai menggeluti dunia ilustrasi dan apa sih yang jadi menjadi motivasi?


Dari mulai aku TK sebenernya udah suka menggambar bahkan sampe sekarang. Cuma, waktu aku masuk SMP, sempet enggak terlalu suka. Paling menggambar tuh pas pelajaran seni budaya dan mulai aktif menggambar lagi ketika SMA. Waktu itu aku sering jadi perwakilan kelas buat perlombaan antarkelas gitu. Waktu kuliah juga masih aktif menggambar, apalagi waktu awal pandemi itu, kuliah sempet libur dua minggu dan ternyata berkelanjutan. Ditambah liburan semester enggak bisa ke mana-mana karena ada PPKM. Jadi, aku bingung mau ngelakuin kegiatan apa. Akhirnya aku coba cari kegiatan baru dan aku lihat Instagram, di mana temenku nge-posting hasil lukisan dia. Jadilah aku kepengen buat ngelukis, akhirnya aku beli satu set alat lukis mulai dari cat, kuas, kanvas, dll. Terus aku mulai ngelukis, iseng-iseng aja dan aku juga bikin akun Instagram khusus buat art biar hasilnya bisa dipajanglah istilahnya, kegiatan itu ku lakukan pas bulan Juni 2020.


Sebenernya waktu itu aku cuma iseng. Enggak ada motivasi apa-apa, dan emang lagi nyari aktivitas baru yang ternyata aku jadi suka ngelukis. Awalnya aku biasa ngelukis di kertas, dan sebulan kemudian akhirnya aku coba buat ngegambar secara digital dan ternyata yang aku rasa ngegambar digital lebih praktis. Sampe pada akhirnya aku punya sebuah goals yaitu bikin buku, untuk sekarang aku masih fokus ke bikin ilustrasinya dulu sambil belajar buat nulisnya gitu.



2. Sejauh ini, apakah Kak Deska punya semacam "guru khusus" perihal pengembangan keterampilan menggambar ilustrasi digital atau hanya belajar otodidak saja?


Aku belajar secara otodidak, mulai semuanya sendiri dan coba-coba belajar dari YouTube. Pertama kali bikin ilustrasi digital itu satu gambar aku bisa selesai dalam waktu kurang lebih enam jam karena aku bolak-balik YouTube. Kayak nyari tahu fungsi tools ini apa, ini cara buatnya kayak gimana, emang lama tapi ternyata aku lebih seneng di ilustrasi digital dan akhirnya sampe sekarang deh keterusan, hehe.



3. Lantas, adakah ciri khas dari setiap ilustrasi yang Kak Deska buat?


Kalau ciri khas atau art style aku masih belum nemuin. Aku juga masih mencari ciri khasku tuh apa, karena kadang yang menilai bukan kita sendiri dan biasanya orang yang lihat "Oh kamu kalau gambar realisnya tuh gini" tapi aku enggak sadar ciri khasku apa. Entahlah, aku enggak jelas, hahaha. Soalnya aku tipe orang yang semuanya aku coba gitu lho. Kayak aku lagi seneng gambar warna pink jadi semuanya pink dan besok bisa jadi beda dan untuk art style ini masih aku cari karena biasanya akan muncul ketika sering eksplor. Istilahnya ketemulah dengan jati dirinya gitu. Dan menurutku dengan bereksplorasi, aku bisa nyoba berbagai art syle seperti food ilustration. Aku juga sempet coba semirealis gitu, dari yang awalnya aku enggak bisa bikin gambar binatang jadi bisa. Kalo ditanya ciri khas aku juga bingung, tapi yang pasti fokus aku tuh di children ilustration, bolehlah cek di Instagram aku biar lebih jelas, haha.



4. Di setiap ilustrasi, Kak Deska selalu menyisipkan creamsupps. Sebenarnya adakah makna dibalik kata tersebut?Di balik kata tersebut?


Back to story aku mulai bikin akun art, kuberi nama nabastala art karena aku bingung mau kasih nama apa. Waktu itu aku lagi ngelukisnya awan atau langit jadi kepikiran kasih nama nabastala art, yang dari Bahasa Jawa yang artinya langit. Terus aku ganti nama creamsupps karena waktu itu panggilan aku di lingkungan kampus terutama temen terdekatku manggil aku "Super". Katanya sih dari berasal dari Super Dede, karena sebelum aku dipanggil Super, aku dipanggil Dede, padahal di antara mereka aku juga bukan yang termuda, entahlah temenku emang suka enggak jelas. Dan akhirnya temen-temenku manggil "Sup Sup Sup" dan di sisi lain juga aku suka sama cream soup, jadilah berganti Creamsupps. Cerita dibalik Creamsupps tuh kayak gitu, karena aku suka dipanggil Sup. Dan setelah diganti jadi Creamsupps entah membawa keberuntungan, algoritmanya jadi nambah naik gitu, hahaha.



5. Ceritain dong Kak, proses Kak Deska membuat suatu ilustrasi digital


Aku mau ceritain dulu awal aku bikin ilustrasi digital tuh pake HP. Dan orang-orang pada pake pro create yang ternyata pro create hanya ada di IOS. Akhirnya aku cari aplikasi yang bisa terpasang di android dan ternyata Ibis Paint, jadi aku pake itu.


Prosesnya pembuatan ilustrasi digital yang kulakukan adalah nyari inspirasi dari beberapa gambar di Pinters atau Instagram atau kadang juga udah kepikiran mau gambar apa. Setelah itu proses pembuatan sketsa, aku biasanya bikin sketsa pake pensil di atas kertas dulu. Habis itu aku foto dan aku tracing di aplikasi Ibis Paint itu, terus lanjut colouring, shading, dan segala macamnya hingga akhirnya jadi jadi deh. Kadang ada temen yang minta aku buar ngajarin, tapi aku jadi bingung sendiri cara ngajarinnya. Soalnya aku juga belajar secara otodidak dan prosesnya enggak segampang itu. Sebenernya kalo menurutku sendiri apa yang pengen kamu gambar ya gambar aja, enggak ada yang namanya bagus atau jelek.



6. Pengalaman menarik apa yang pernah dialami Kak Deska selama menggeluti dunia ilustrasi?


Banyak banget sih pengalaman menarik, karena aku punya akun art ini aku bisa banyak kenal sama orang lain di bidang ilustrasi ini. Salah satu pengalaman yang paling menarik adalah aku diajak kolaborasi oleh Kelas Kreatif untuk jadi pembicara. Bagiku itu menarik banget, karena waktu itu aku masih pemula yang di sisi lain aku enggak punya latar belakang pendidikan seni. Dan karena kesempatan enggak dateng dua kali akhirnya aku terima. Tema waktu itu adalah Jadi Ilustrator Bermodal Android diangkat berdasarkan pengalaman sendiri. Itu pengalaman pertama kali aku ngisi kelas. Terus kan kelas ini berbayar ya, aku sempet ditawarin 10rb atau 25rb harga tiketnya. Yang aku rasain kayak "Siapa sih yang kenal sama aku, siapa juga yang mau ikut kelas aku". Jadi ya udah aku pilih 10rb aja karena kupikir enggak bakal ada yang ikutan, dan kalau pun ada paling temen sendiri. Tapi yang bikin aku kaget waktu itu ada 80 orang lebih yang ikut kelasku. WOW!


Aku sungguh kaget, haha. Itu pengalaman pertama yang paling menarik selama aku menggeluti dunia ilustrasi ini.



7. Wah, menarik banget Kak pengalamannya. Oke dilanjut ya Kak. Pernahkah Kak Deska ikut serta perlombaan, pameran ataupun event-event terkait selama ini? Atau, pernah meraih gelar kejuaraan gitu?


Kalau lomba jujur sampe sekarang belum PD, tapi pernah diajak kolab sama Kelas Kreatif, Fopimi (akun berita), pernah juga kolab sama Cabaca untuk bikin beberapa kover buku novel dan kita berkolaborasi lumayan lama dari November-Januari. Yang paling terkejut aku diajak kolab sama Kreavi bulan Februari kemarin. Aku sangat tidak menyangka mereka DM aku di Instagram, karena siapa sih yang enggak tahu Kreavi. Waktu itu aku juga sempet enggak PD kayak hasil ilustrasi aku dipajang di Instagram mereka tuh cocok enggak sih. Karena aku sendiri emang tipikal orang seneng mencoba hal baru tapi tertutupi oleh rasa ragu dan takut. Syukurnya aku dikelilingi oleh orang yang supportif banget, jadi ngerasa didukung untuk terjun di dunia ilustrasi.



8. Melihat latar belakang Kak Deska yang pernah menempuh pendidikan PGPAUD, kan di PAUD itu biasanya ada buku dongeng yang di dalamnya banyak sekali memuat gambar ilustrasi menarik. Nah, adakah niatan dari Kak Deska untuk membuat suatu karya berupa buku cerita anak bergambar?


Ya, kebetulan aku fokus ke children ilustrator style jadi aku merasa enggak keluar jalur banget dari pendidikan aku ke dunia yang sedang aku jalani saat ini. Karena di PGPAUD juga kita belajar kan tentang buku bacaan, gambar, lukis, dan lain-lain. Jadi enggak melenceng. Dan kebetulan skripsiku menganalisis buku bacaan bergambar untuk anak. Karena waktu itu udah kepikiran untuk bikin buku bergambar sendiri. Waktunya emang udah mepet dan dirasa enggak cukup. Aku udah konsul juga sama dosen dan didukung banget dan beliau juga mau bantu, di sisi lain waktu ngerjain tuh mepet banget, jadi ya udahlah mungkin waktu itu belum bisa buat bikin buku sendiri.


Dan sebenernya dari tahun kemarin, ada beberapa orang yang DM untuk nanyain harga ke aku per halamannya berapa, cuma waktu itu aku belum bisa jawab karena ngerasa takut dan engga PD ditambah peralatan yang aku punya belum mendukung. Pernah juga aku dapat tawaran dari penerbit besar, yakni Tiga Serangkai buat nerbitin buku cerita bergambar, sempet mau nerima tawaran tersebut tapi ternyata pengerjaannya hanya dua minggu dan itu tidak memungkinkan banget untuk aku yang pemula ini dan akhirnya aku enggak terima tawaran tersebut.


Dan alhamdulillahnya aku dikasih kesempatan lagi, bulan ini aku ada project untuk bikin buku cerita bergambar dari Sahabat Keluarga yang merupakan social project mengajar di pedalaman, mengajar anak-anak untuk melek literasi. Aku sangat bersyukur bisa gabung di project ini karena selain social project sangat menarik juga yang nantinya baca buku ini adalah anak-anak SD di Pedalaman Sulawesi Tengah. Terus ceritanya di-translate ke dalam Bahasa Indonesia dan aku langsung terima tawaran tersebut. Deadline-nya bulan April jadi insyaallah tahun ini terbit, semoga lancar project bukuku ini.



9. Amin, semoga sukses ya Kak project sosialnya. Terakhir, pesan apa yang hendak Kak Deska sampaikan kepada pembaca setia NGEWIYAK?


Dari ceritaku ini, pesan yang ingin aku sampaikan adalah jangan takut mencoba, do what you love and love what you do itu bener banget. Kayak, aku seneng gambar walaupun capek tapi aku seneng, apalagi sekarang aku bisa menghasilkan uang dari hobiku. Walaupun rasa ragu dan takut itu ada, tapi gas aja mulai aja dulu. Urusan karya kita terlihat atau tidak yang penting mau berkarya atas keinginan diri sendiri. Karena kalau berkarya dari hati, walaupun gak ada yang suka kita tetep seneng.




(Penyaji pertanyaan: Anggun Tirta Rani)