Minggu, 25 Desember 2022

Berita | #Komentar Gelar Peluncuran dan Bedah Buku Kelas Menulis Angkatan ke-10

 


NGEWIYAK.com, KAB. SERANG -- Komunitas Menulis Pontang-Tirtayasa gelar peluncuran dan bedah buku Tedeng Siluman Babi di Markas #Komentar, Kp. Pasar Sore, RT 004 RW 001, Ds. Singarajan, Kec. Pontang, Serang (25/12). Buku yang didiskusikan kali ini merupakan karya Anggota #Komentar Angkatan ke-10, yakni Raihan Fauzi, Nurhadi, Maftukah, Kapsah, Alika, dan Rizal. 


Bedah buku ini menghadirkan pemantik Miftah Rahmet, penulis dan relawan Rumah Dunia. Di moderatori oleh seorang ibu cantik pengurus #Komentar, Nursiyah Faa. Dalam kesempatan diskusi ini Rahmet mengatakan bahwa buku Tedeng Siluman Babi menjadi judul yang representatif dari keseluruhan karya yang ada dalam buku. 


"Cerpen karya Kapsah ini dijadikan judul barangkali karena yang paling bagus di antara karya yang lain. Kapsah paling produktif dalam buku ini," ujar lelaki alumnus UIN SMH Banten itu.


Rahmet juga memberikan banyak tips dalam menulis, salah satunya menulis puisi. Ia membawa sebuah majalah dan membacakan tips menulis dari salah satu penulis yang ada di majalah tersebut.


"Menulis puisi tidak bisa serta merta. Dalam buku yang kita bedah ini, saya kira, beberapa puisi hanya selesai pada tahap penulisan, belum sampai pada ruh," ujar Rahmet.



Rahmet mengatakan bahwa menulis puisi perlu ada empat hal: pencarian ide, pengendapan, penulisan, pengeditan, pemberian ruh. Ia juga mengatakan menulis cerita pendek tidak sama dengan menulis puisi, yang butuh pemadatan.


"Menulis, khususnya puisi, ibarat bikin uli. Banyak proses," tambah Tim Redaksi kurungbuka.com tersebut.


Kegiatan yang berlangsung siang hingga sore hari ini berlangsung ceria. Tidak hanya para peserta yang bertanya. Rahmet, sebagai pemantik diskusi, juga memberikan pertanyaan kepada para peserta terkait seputar proses kreatif menulis dan kegelisahan dalam hidup. Diskusi juga semakin berbobot dengan ditambahkan banyak masukan dan nutrisi dari moderator yang cukup responsif mengatur jalannya acara.


Encep, selalu Pemajeg #Komentar, mengatakan bahwa acara bedah buku seperti ini akan terus rutin dilakukan di #Komentar.


"Bedah buku merupakan salah satu agenda wajib kami. Terutama membedah karya tiap angkatan kelas menulis. Itu sebagai bentuk apresiasi," imbuhnya.


Acara dengan sayup suara burung dan cuaca mendung itu ditutup dengan sesi foto bersama.


(Redaksi)