Selasa, 28 Desember 2021

Sosok Inspiratif | M.N.S. Al Bana | Guru Muda yang Senang Berorganisasi


Muhammad Nufeil Susmay Al Bana, S.Pd. adalah seorang guru muda kelahiran Serang, 9 Maret 1995. Tahun 2019, Kak Bana, sapaan akrabnya, berhasil menyelesaikan studi strata satunya di Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten. Sementara saat ini, ia sudah menjadi tenaga pengajar yang berstatus sebagai CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) di SMAN 1 Kramatwatu, Kabupaten Serang.


Jauh-jauh hari sebelum menjadi seorang guru, Kak Bana hingga saat ini tetap di kenal aktif dalam berorganisasi, di antaranya, pernah menjadi Pradana Ketua Pramuka di SMAN 3 Cilegon (2011--2012), Sekretaris Putra UKM Pramuka Untirta (2016--2017), Pengurus BEM FKIP dan BEM KBM Untirta (2015--2017), Ketua Hima PPKn Untirta (2017--2018), Anggota Tagana (Taruna Siaga Bencana) (2014--hingga sekarang, serta pernah tergabung dengan organisasi kepemudaan yang lain.


Supaya lebih kenal, Redaksi kemudian berkesempatan mewawancarai beliau. Yuk simak penjelasannya di bawah. Cuss!



___

1. Motivasi apa yang melatarbelakangi Kak Bana memilih profesi menjadi seorang guru?


Awalnya saya tidak menyangka akan menjadi guru, sebab ketika itu saya ingin sekali menjadi seorang pemimpin yang hebat. Ternyata takdir berkata lain, ini sudah seperti jalan Tuhan. Mungkin saya tidak bisa menjadi pemimpin yang hebat, tapi siapa tahu dengan saya menjadi seorang guru dapat melahirkan para pemimpin yang hebat di masa depan. Amin.




2. Selain menjadi guru, Kak Bana juga kan aktif di Pramuka dan menjadi relawan kebencanaan Tagana Kota Cilegon. Nah, menurut Kak Bana, apakah guru juga perlu aktif berorganisasi di ruang yang lain?


Kalau menurut saya iya, karena semangat berorganisasi ibarat sudah melekat di dalam jiwa dan raga saya. Sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan, karena semenjak masih sekolah sudah senang berorganisasi. Selain itu, berorganisasi dapat menambah relasi, menambah saudara, mendapatkan ilmu baru, dan lain sebagainya. Memang mengikuti organisasi itu pilihan masing-masing, akan tetapi tetap tugas utama menjadi seorang guru harus dilakukan. Sebab skala prioritas itu yang utama.




3. Oh, ya, Kak, setiap guru pastinya sosok teladan dan jadi panutan terutama untuk muridnya. Kira-kira, sosok guru ideal atau yang menginspirasi itu bagaimana?


Guru ideal menurut saya adalah guru yang dapat mengikuti setiap perkembangan perubahan zaman. Jadi, jangan sampai gurunya malah tidak meng-update dirinya dengan situasi saat ini. Ketika anak-anaknya sudah mahir menggunakan teknologi, guru juga harus lebih melek dengan teknologi agar tidak tertinggal dari peserta didiknya. Selain itu menurut saya guru yang menginspirasi adalah guru yang dapat membuat peserta didik semangat dalam belajar serta menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.




4. Kalau boleh tahu, prestasi apa yang Kak Bana pernah raih selama menjadi guru?


Kalau untuk saat ini saya masih belum banyak mendapatkan prestasi sebab belum setahun berada di sekolah. Namun, saat ini saya dipercaya menjadi Pembina Ekskul Pramuka di sekolah. Itu menurut saya sudah menjadi sebuah prestasi sebab tidak semua mendapatkan kesempatan itu.




5. Sebagai guru mata pelajaran PPKn, pembelajaran seperti apa yang dapat menumbuhkan karakter siswa yang bertanggungjawab, disiplin, dll.?


Sebenarnya setiap mata pelajaran memberikan karakter yang baik, namun semuanya itu dikembalikan kepada pendidik masing-masing. Harus kreatif dan inspiratif agar peserta didik menjadi tertarik dalam mengikuti pembelajaran di sekolah.




6. Saya dengar Kak Bana lolos seleksi CPNS 2020. Adakah trik dan tips yang hendak Kak Bana bagi untuk mereka di luar sana yang niat mendaftar CPNS atau PPPK Guru?


Iya, alhamdulillah pertama kali ikut tes CPNS dan berhasil lolos. Trik dan tipsnya menurut saya adalah belajar dan teruslah berbuat kebaikan. Belajar di sini dalam artian gunakan media sosial atau platform yang ada, seperti bisa melalui YouTube, Facebook, Telegram, dan lain sebagainya. Karena di sana sudah banyak contoh soal dan pembahasannya. Dan belajarnya setiap hari minimal 2 jam, itu saya lakukan hampir satu tahun sebelum tes CPNS di mulai. Sebab, saya harus mempersiapkan diri semaksimal mungkin. Ibaratnya maju ke medan perang, ketika strategi dan alat tempur sudah dipersiapkan setidaknya kita sudah siap bertempur kapan pun. Lebih baik saya pusing belajar sekarang, itu semua demi masa depan. Selain belajar, kita juga terus melakukan kebaikan. Siapa tau ketika kita ikhlas memberikan makan kepada seseorang, karena niat ibadah dan mendapat berkah itu salah satu kunci untuk keberhasilan kita di masa depan. Ya, pokoknya berbuat baik tidak hanya materi, bisa tenaga, dan lain sebagainya.




7. Setelah memilih menjadi seorang guru, bagaimana gambaran dunia pendidikan Indonesia hari ini Kak?


Sepengalaman saya menjadi guru yang masih baru ini, memang dunia pendidikan di Indonesia mengalami perubahan ke arah yang lebih baik. Ini bisa kita lihat bagaimana ketika virus Corona hadir dapat mengubah sistem pendidikan dengan adanya pembelajaran daring. Ya mau tidak mau, suka tidak suka kita harus adaptif terhadap perkembangan dan perubahan yang ada. Ya semoga ke depannya dunia pendidikan di Indonesia menjadi semakin baik dan hebat. Amin.




8. Pesan apa yang ingin Kak Bana sampaikan kepada pembaca NGEWIYAK atau para guru di luar sana?


Menjadi diGUgu dan ditiRU itu merupakan sebuah tanggung jawab besar, menjadi teladan dan contoh baik bagi generasi muda. Itu merupakan tantangan yang harus dilakukan, karena untuk membuat negara ini maju itu mudah. Yang menjadi sulit adalah ketika kejahatan sudah merajalela dan kebaikannya diam seribu bahasa. Maksudnya, di Indonesia sudah terlalu banyak orang pintar, tapi sedikit orang yang berkarakter. Ya banyak orang pintar ngebohong, pintar korupsi, dan lain sebagainya. Tapi sedikit orang yang berkarakter jujur, bertanggung jawab, disiplin, dan lain sebagainya. Kalau bukan hari ini kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi. Yuk, mulailah dari diri sendiri untuk membawa perubahan yang besar di masa depan.





(Penyaji Pertanyaan, Ray Ammanda)