Jumat, 21 Oktober 2022

Semarak Bulan Bahasa di SMPN 3 Kota Cilegon

 



NGEWIYAK.com, CILEGON -- SMPN 3 Kota Cilegon gelar "Lokakarya Menulis Esai dan Puisi" pada Jumat (21/10). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Semarak Bulan Bahasa yang jatuh pada bulan Oktober. 


Semarak Bulan Bahasa dengan tema "Generasi Hebat, Generasi Penulis" dihadiri 36 peserta dari beberapa lintas kelas VII, VIII, dan IX, juga beberapa guru Bahasa Indonesia, serta Plt. Kepala SMPN 3 Kota Cilegon, Hj. Reny Damayanti, S.Pd., M.Pd.


Menurut Hj. Reny, kegiatan pelatihan menulis sangat penting disosialisasikan untuk mendorong tumbuh-kembang kreativitas para siswa. Ia juga mengatakan bahwa kegiatan semacam ini sangat langka dilakukan di sekolah di daerah Cilegon. 



"Kami sangat bangga menyelenggarakan acara ini. Sebelumnya, pernah diagendakan oleh UPT. Sekarang mandiri," ujar Hj. Reny.


Selain itu, Ibu Plt. Kepala SMPN 3 Kota Cilegon juga mengatakan bahwa ia suka menulis dan punya bakat menulis, tapi menulis lagu. 


"Apa pun itu, semoga adik-adik selalu berkreativitas dan bisa mengambil manfaat dari kakak-kakak pemateri dalam acara ini," tambahnya lagi dalam sambutan.


Wulan Widari Endah, S.Pd., selaku Ketua Tim Literasi SMPN 3 Kota Cilegon, menambahkan bahwa Semarak Bulan Bahasa semacam ini perlu diselenggarakan oleh setiap lembaga pendidikan, khususnya di sekolah-sekolah.



"Saya pribadi sih lebih ingin mengajak kepada teman-teman sejawat saya, khususnya guru Bahasa Indonesia, yuk ramaikan sekolah masing-masing dengan kegiatan literasi, khususnya di setiap bulan Oktober," ujarnya dengan sepenuh hati. 


Menurut Wulan kalau dari sekolah atau guru tidak punya inisiatif untuk berkembang terkait literasi, dalam hal ini literasi baca-tulis, para murid pun juga tidak akan berkembang di bidang itu. 


"Semoga dengan adanya kegiatan semacam ini, bisa menjadi langkah awal dan pemicu semangat bagi rekan lain di luar sana," ungkapnya.


Lokakarya menulis esai dan puisi ini terlaksana atas kerja sama dengan Komunitas Menulis Pontang-Tirtayasa (#Komentar). Dengan pemateri puisi Kak Encep Abdullah dan pemateri esai Kak Ray Ammanda.


Menurut Kak Ray, menulis esai bisa dilakukan oleh siapa pun, termasuk para siswa SMP.



"Agar tulisan berkembang, disarankan banyak membaca buku dan kalau bisa ikut berkomunitas agar ada pembimbing dalam menulis," ujar lelaki alumnus PKn FKIP Untirta itu.


Selaku pemateri utama, yakni menulis puisi, Kak Encep menegaskan bahwa menulis puisi sama halnya dengan menulis diary


"Yang membedakan hanyalah bahasa. Isinya sama sebagai media untuk mengungkapkan perasaan. Salah satu pengungkapan itu, kali ini dalam materi ini, kita belajar dan bermain dengan menggunakan majas," ujarnya lagi.


Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas ini begitu seru. Para siswa antusias bertanya kepada pemateri. Salah satunya M. Rezky Araqqat, siswa kelas VII yang bertanya tentang bolehkah berpuisi tanpa majas. Pertanyaannya menjadi pertanyaan terbaik dalam sesi tanya-jawab peserta. 



Sebagai pemateri, Encep merasa bangga saat membaca karya para siswa. Hasilnya di luar dugaan. 


"Karya yang dihasilkan para siswa sebelum pelatihan ini dimulai sudah banyak yang bagus. Setelah diberikan materi, karya mereka banyak yang jauh lebih bagus, alhamdulillah," ujar Dewan Redaksi NGEWIYAK itu.


Karya-karya terbaik hasil dari pelatihan menulis ini nantinya akan dimuat di laman NGEWIYAK.com. Rencananya bila memungkinkan juga akan dibukukan dalam satu antologi karya oleh pihak sekolah melalui penerbit #Komentar.


(Redaksi)