Selasa, 08 Maret 2022

Sosok Inspiratif | Rizki Maulana | Ketua Forum Generasi Berencana Banten

 


Rizki Maulana, Lelaki kelahiran Pandeglang 19 Juni 1999 merupakan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten. Berawal dari rasa ingin tahunya mengenai GenRe ketika ia berada di kelas 11 di SMK Negeri 4 Pandeglang. Saat itu diselenggarakan sosialisasi tentang pusat informasi konseling yang menjadikannya berantusias untuk mengikuti kegiatan tersebut. Baginya pembahasan dalam dunia PIK-R atau GenRe sangat menarik. Dan di tahun 2018 ia berkesempatan untuk berkecimpung di Forum GenRe. Untuk sekarang, ia tengah mengemban amanah sebagai Ketua Forum GenRe Banten.


Selain Forum GenRe, juga menjadi anggota pramuka sebagai staf adat di universitas Sultan Ageng Tirtayasa (2018) dan pernah menjadi delegasi Untirta dalam kegiatan Kemah Bakti Racana (2018), menjadi Kepala Divisi Data dan Informasi di Pusat Informasi Konseling Remaja (2019) dan tergabung dalam Duta Damai Dunia Maya Regional Banten dalam bidang IT, serta tergabung dalam beberapa organisasi kepemudaan lainnya.

_______


1. Sebagai pembuka, aku jadi kepo nih kak, sebenarnya Forum GenRe (Generasi Berencana) itu bergerak di bidang apa ya?


Forum GenRe itu bergerak di bidang kesiapan remaja untuk menjadi remaja yang tegar remaja. Tegar remaja sendiri adalah remaja yang menunda usia pernikahan, remaja yang berperilaku sehat, terhindar dari risiko TRIAD KRR (Seksualitas, Napza, HIV dan AIDS), bercita-cita mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera serta menjadi contoh, model, idola, dan sumber informasi bagi teman sebayanya.


Adapun tujuannya adalah pengembangan soft skill dan ilmu pengetahuan tentang kesiapan berkeluarga yang termasuk juga di dalamnya kesehatan reproduksi remaja. Dan usia remaja yang dimaksud adalah 10--24 tahun dan belum menikah sesuai dengan BKKBN. Selain itu, agar remaja dapat memenuhi 5 transisi kehidupan: melanjutkan pendidikan, mendapatkan pekerjaan, menjalani kehidupan berkeluarga, menjadi anggota masyarakat, dan mempraktikkan hidup sehat. Dan lebih berfokus pada pembangunan manusia khususnya remaja.



2. Lantas, hal apa yang melatarbelakangi Kak Rizki untuk bergabung menjadi bagian dari Forum GenRe (Generasi Berencana) Banten?


Sebenarnya saya kenal genre itu sejak di SMK kelas 2, ada kegiatan sosialisasi PIK-R sudah niat juga mau gabung ke situ karena emang menarik gitu isi materinya. Namun, ternyata SMK saya tidak mendirikan PIK-R pada saat itu jadi kandaslah keinginan buat gabung. Nah, setelah lulus saya kuliah lalu di semester 2 saya menemukan di kampus ternyata ada PIK-R dari situlah saya mulai ikut PIK-R dan berkecimpung di dunia GenRe.



3. Oh iya, setelah saya kepoin website genreindonesia.org, tercantum bahwa salah satu misi dari Forum GenRe Indonesia "Meningkatkan indeks pengetahuan remaja terhadap Triad KRR". Nah, kegiatan seperti apa yang pernah dilakukan selama Kak Rizki bergabung dalam Forum GenRe?


Kalo kegiatan yang mewujudkan tujuannya itu salah satunya penyuluhan di setiap kampung KB. Selain itu juga membuat program khususnya program sebagai duta GenRe untuk menyosialisasikan hal tersebut. Kadang saya juga mengadakan diskusi dengan organisasi lain seperti Pramuka, Sapma dan yang lainnya. Dan setiap ada kegiatan KKM dari PIK-R selalu menawarkan untuk bekerja sama dalam sosialisasi Triad KRR.



4. Menurut pandangan Kak Rizki, bagaimana sih kasus "Pernikahan Dini" yang masih marak terjadi di Indonesia?


Pernikahan dini di Indonesia masih sangat banyak dan itu harus kita kurangi. Menurut data yang saya baca masih 10,38% penduduk remaja di Indonesia melakukan pernikahan dini. Hal ini dikarenakan kurangnya informasi dan pengetahuan tentang risiko kehamilan dan juga kelahiran selain itu juga salah satu penyebab dari perceraian paling banyak adalah karena pernikahan dini. Usia menikah yang belum ideal, yaitu minimal 25 tahun untuk pria dan minimal 21 tahun untuk wanita, yang menjadi faktor penyebabnya karena belum matangnya emosi dan juga mental dari kedua pasangan tersebut.



5. Biasanya, sex education adalah hal tabu untuk dibicarakan. Nah, menurut Kak Rizki seberapa penting sex education untuk masyarakat umum terkhusus remaja?


Kalau menurut aku sih, sex education ini sangat penting untuk diperbincangkan. Mungkin mulai dari kita membahas tentang organ vital alat reproduksi dan hal lainnya, tentunya dengan bimbingan orang yang sudah berpengetahuan atau sudah memiliki kemampuan untuk memberikan penyuluhan. Contohnya Puskesmas atau mungkin balai penyuluh KB atau mungkin dari kita sebagai forum generasi berencana yang berada di bawah naungan BKKBN atau dp3akb. Sex education sendiri alangkah baiknya diberikan pada saat masa pubertas atau masa remaja. Yang menyebabkan hal ini tabu untuk dibahas, yaitu kurangnya pengetahuan atau informasi dari setiap orang.



6. Terakhir, pesan apa yang hendak Kak Rizki sampaikan kepada para remaja di Indonesia?


Kepada remaja Indonesia, jadilah seorang remaja yang pintar yang memiliki pengetahuan soft skill dan juga berperan penting baik itu di sekolahnya atau mungkin di masyarakat. Pahamilah diri kita sendiri sebagai remaja, tapi jangan sampai lupa tentang ilmu-ilmu yang harus kita miliki atau kita ketahui. Karena sejatinya masa remaja adalah anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada kita. Maka, harus kita nikmati dan manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Remaja saat ini adalah pemimpin di keesokan harinya.



(Penyaji Pertanyaan, Anggun Tirta Rani)